Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Buyung Poetra Sembada Incar Pasar Beras Spesifik

Selasa, 14 Juli 2015 | 15:07 WIB
ah

JAKARTA – PT Buyung Poetra Sembada (BPS) mengincar pasar beras spesifik, khususnya untuk bahan pembuatan lontong dan ketupat, dengan memperkenalkan produk beras jenis IR -42 merk Super Belida. Produk ini diharapkan bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang suka membuat berbagai jenis makanan berbahan dasar beras.


Direktur Utama PT Buyung Poetra Sembada Sukarto Bujung menjelaskan, beras jenis IR-42 cocok dipergunakan untuk usaha komersial yang berbahan baku lontong, ketupat dan nasi goreng karena tidak lengket atau pera. Namun beras jenis ini tidak banyak tersedia, terutama di pasar swalayan, karena permintaannya masih sedikit.


"Pasarnya masih sangat kecil, tak sampai 10% dari pasar beras premium. Banyak masyarakat belum tahu jenis beras yang cocok untuk membuat ketupat, ini adalah yang paling cocok karena pera dan tidak lengket di tangan," ujar Sukarto di Jakarta, Senin (13/7).


Menurut Sukarto, momentum perkenalan beras ini tepat, karena bertepatan menjelang hari raya Idul Fitri, dimana masyarakat akan banyak membuat ketupat dan lontong. Selain itu, beras ini diklaim lebih higienis karena tidak mempergunakan bahan kimia, yang membuatnya harum. Walaupun pangsa pasarnya sangat kecil, namun Sukarto optimistis produk ini bisa berkembang karena belum memiliki kompetitor di lapangan.


Sementara ini, produsen beras merk Topi Koki ini baru memasarkan beras IR 42 Super Belida di walayan Carrefour dan Hari-Hari. "Bisa dibilang, kami belum memiliki saingan untuk beras IR-42 yang dikemas modern di pasar swalayan. Sebetulnya produk ini sudah setahun diedarkan, tapi bari di daerah Riau dan Jambi, dengan warna kemasannya lain," ungkap dia.


Lebih lanjut Sukarto menjelaskan, BPS mengambil pasokan beras tersebut langsung dari sentra produksi beras di kawasan Subang. Namun, kata dia, daerah lain juga memasok beras jenis ini, seperti Palembang, Padang, dan Banjarmasin.


PT BPS menjual beras ini dalam tiga jenis kemasan, yakni ukuran 5 kilogram (kg), 10 kg dan 20kg. Sedangkan harga jual beras ini berkisar antara Rp 60 ribu-80 ribu untuk kemasan 5kg. "Di Sumatera, orang-orang paling suka jenis beras ini karena cocok buat ketupat. Bulir berasnya kecil, anti basi, dan bisa bertahan 2-3 hari jika sudah dimasak," tandas dia. (wyu)



Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN