Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Keqiang (kanan) saat menghadiri upacara peringatan 70 tahun masuknya Tiongkok ke dalam Perang Korea, di Balai Besar Rakyat Beijing pada 23 Oktober 2020. ( Foto: NOEL CELIS / AFP )

Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Keqiang (kanan) saat menghadiri upacara peringatan 70 tahun masuknya Tiongkok ke dalam Perang Korea, di Balai Besar Rakyat Beijing pada 23 Oktober 2020. ( Foto: NOEL CELIS / AFP )

Rencana Lima Tahunan Tiongkok Isyaratkan Siap Perjuangan Panjang

Selasa, 3 November 2020 | 07:13 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

HONG KONG, investor.id – Rencana dari cetak biru lima tahunan terbaru Tiongkok menunjukkan bahwa Presiden Xi Jinping siap untuk perjuangan panjang. Hal ini terkait dengan pemulihan ekonomi negara baru-baru ini dari pandemi virus corona Covid-19. Walau laporan lengkapnya belum dirilis, tetapi Tiongkok dilaporkan akan mengintensifkan persiapan perlombaan senjata, geopolitik, dan perusahaan.

Menurut laporan yang dilansir Reuters pada Senin (2/11), suasana pertemuan tertutup Partai Komunis tampak muram dibandingkan rapat pada 2015. Rincian lebih lanjut kemungkinan dirilis pada musim semi mendatang.

“Memperhatikan penyesuaian mendalam dalam keseimbangan kekuatan internasional,” demikian bunyi komunike resmi yang dikeluarkan dari rapat pleno ke-5, yang mencerminkan suasana kelabu di Tiongkok.

Kondisi tersebut dipicu tindakan Amerika Serikat (AS) terhadap produsen peralatan telekomunikasi Huawei dan aplikasi berbagi video TikTok, serta upaya pembalasan atas tindakan keras Tiongkok di Hong Kong, dan kritik atas tanggapan awal pandemi viru corona yang telah mengemuka.

Disamping itu, usulan pembatasan ekspor AS terhadap produsen chip SMIC dikabarkan mengancam mengekang industri semikonduktor domestik yang sedang berkembang pesat. Ada kekhawatiran yang menyebar luas ke ranah internasional tentang ketergantungan yang berlebihan pada pemasok daratan.

Menurut laporan media setempat, sepertinya pesan yang disampaikan kepemimpinan Tiongkok bahwa segala sesuatunya akan menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik. Hal tersebut mendorong status kemandirian teknologi menjadi “dukungan strategis” bagi pembangunan nasional, untuk dijadikan tameng dari pembatasan impor luar negeri.

“Ini akan menghasilkan pendanaan dan subsidi R&D yang lebih besar, dan pengalihan dana dari pasar properti ke manufaktur kelas atas. Ada tanda-tanda awal bahwa pendekatan tersebut berhasil, di mana pendaftaran baru untuk pembuat semikonduktor telah melonjak sepertiga pada tahun ini,” demikian laporan media.

Pada paragraf terpisah dalam pesan sepanjang 6.200 kata dari Komite Sentral terkait angkatan bersenjata juga menunjukkan arah baru. “Tiongkok akan secara komprehensif memperkuat pelatihan militer dan persiapan perang,” demikian bunyi pesan, yang mencerminkan sikap keras Xi di Taiwan dan perairan yang disengketakan di Laut China Selatan.

Bahkan anggaran pertahanan tahun ini yang hanya naik 6,6% - dan menjadi angka terendah dalam beberapa dekade – tampaknya sekarang bakal ditingkatkan.

Penekanan di bidang-bidang baru ini bertepatan dengan tidak tercapainya target pertumbuhan poduk domestik bruto (PDB), setidaknya untuk saat ini. Tercatat sejak 2011 hingga 2015, target tahunan rata-rata adalah 7%, sedangkan untuk lima tahun berikutnya mencapai 6,5%.

Di samping itu, Tiongkok juga memilih fokus pada kualitas daripada kuantitas. Pengakuan tersebut memungkinkan angka eksplisit di bidang ini mengarah pada investasi yang boros. Hal itu sebenarnya kurang terjangkau pada saat ini mengingat pertarungan berat yang terlihat ke depannya.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN