Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bandara Internasional U-Tapao atau dikenal dengan Bandara Pattaya. ( Foto: traveltriangle.com )

Bandara Internasional U-Tapao atau dikenal dengan Bandara Pattaya. ( Foto: traveltriangle.com )

Thailand Kembangkan Bandara Dekat Pattaya Senilai US$ 9 M

Iwan Subarkah Nurdiawan, Rabu, 3 Juni 2020 | 08:57 WIB

BANGKOK, investor.id – Pemerintah Thailand pada Selasa (2/6) menyetujui pengembangan bandara senilai US$ 9 miliar di wilayah pesisir tenggara, yang diharapkan menjadi pusat ekonomi dan teknologi baru bagi negara di Asia Tenggara ini.

Bandara bernama U Tapao ini berlokasi dekat kota resor Pattaya. Pengembangan bandara ini menjadi salah satu proyek infrastruktur andalan pemerintah Thailand. Dan menjadi bagian dari Eastern Economic Corridor (EEC), skema bernilai 1,7 triliun baht atau setara US$ 53,8 miliar yang diharapkan menarik investasi dari industri seperti otomotif dan rekayasa teknik.

Bandara tersebut akan dikembangkan oleh konsorsium pimpinan BTS Group Holdings. Operator kereta layang di Bangkok dan milik miliarder Keeree Kanjanapas yang memengani tender untuk membangun proyek Kota Bandara di Wilayah Timur.

“(Konsorsium) ini terpilih sebagai pemenang karena proposalnya menunjukkan jaminan serta imbal hasil, konsesi, dan skema pembagian pendapatan terbaik kepada pemerintah,” bunyi pernyataan Kabinet Thailand.

Bangkok Airways, yang dimiliki salah satu orang terkaya Thailand Prasert Prasarttong-Osoth, juga termasuk ke dalam konsorsium ini. Anggota konsorsium yang lain adalah perusahaan kontruksi Sino-Thai Engineering serta Bandara Internasional Narita di Tokyo, Jepang.

Proyek pengembangan bandara senilai 290 miliar baht itu akan mencakup terminal baru, pusat kardo udara, dan pusat pemeliharaan serta perbaikan pesawat.

U Tapao selama ini digunakan sebagai bandara militer. Tapi EEC melihatnya berpotensi untuk ditingkatkan menjadi sebuah pusat turisme. Karena lokasinya yang sangat dekat dengan Pattaya.

Walaupun kota pesisir tersebut saat ini sedang kelam. Karena terdampak wabah virus corona Covid-19, yang telah praktis menghentikan trafik perjalanan udara global serta juga menghantam perekonomian Thailand.

Parlemen Thailand pada Minggu (31/5) menyetujui paket stimulus senilai hampir US$ 60 miliar untuk mengatasi dampak tersebut. Covid-19 juga telah menyebabkan jutaan penduduk Thailand menganggur.

Tapi proyek-proyek dalam skema EEC selama ini mendapat banyak kritik karena kurang transparan. Di antara kritik tersebut adalah EEC dikuasai rezim yang dipimpin militer demi kepentingan bisnis mereka.

Tapi pemerintah menekankan keuntungan-keuntungan ekonominya serta manfaat dari proyek-proyek infrastruktur bagi negara. (afp)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN