Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pembayaran Klaim AirAsia Tiak Ganggu Kinerja ASM-Jasindo

Rabu, 4 Februari 2015 | 17:24 WIB
ah

JAKARTA-Lembaga Pemeringkat Fitch Ratings Indonesia menilai pembayaran klaim akibat kecelakaan AirAsia QZ8501 tidak akan berdampak negatif terhadap neraca PT Asuransi Sinar Mas (ASM). Kerugian tersebut juga kecil kemungkinannya berimplikasi material pada peringkat ASM, salah satu underwriter utama untuk kewajiban rangka kapal dan penumpang pesawat.

Perusahaan asuransi yang menanggung penerbangan AirAsia diminta untuk membayar klaim hingga Rp 1,25 miliar kepada ahli waris untuk setiap penumpang di bawah Peraturan Menteri Transportasi Indonesia tahun 2011. Fitch memperkirakan total klaim menurut peraturan tersebut setidaknya mencapai Rp 200 miliar atau setara dengan US$ 15,9 miliar.

Perusahaan asuransi umum milik negara PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dan perusahaan asuransi swasta ASM adalah dua underwriter utama untuk tanggungan kewajiban, dengan Allianz SE sebagai pihak reasuransi utama.

Sementara jumlah kerugian tertanggung belum final, perkiraan awal Fitch adalah total klaim yang ditanggung oleh ASM akan jelas lebih rendah dari total klaim yang terjadi dari insiden tersebut karena sistem co-asuransi dengan Jasindo. Selain itu, eksposur ASM telah dibatasi oleh limit yang didukung oleh penyangga modal yang baik dan sebagian besar sisa eksposur diserahkan pada perusahaan reasuransi internasional.

ASM memperkirakan klaim bersih perusahaan pada akhirnya akan berjumlah kurang dari 1% dari total pertanggung-jawaban klaim yang dikeluarkan. Fitch akan terus mengevaluasi dampaknya pada perusahaan dengan diperbaruinya estimasi kerugian dan dieksekusinya klaim pembayaran.

Sebelumnya, Direktur Operasional Ritel Jasindo Sahata L Tobing mengungkapkan, kecelakaan AirAsia QZ8501 tidak menganggu kinerja perseroan. Sampai 2014, pendapatan premi Jasindo mencapai Rp 4,7 triliun atau melebihi pendapatan premi tahun 2013 yang mencapai Rp 4,3 triliun.

Apalagi dalam menanggung asuransi pesawat tersebut, perseroan juga melimpahkannya kepada perusahaan reasuransi luar negeri. Mengenai jumlah retensi, Sahata menyatakan sudah dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku. "Ada yang kami retensi sendiri, ada juga yang kami limpahkan,"tegasnya di Jakarta baru-baru ini.

Selain menanggung asuransi aviasi dan pertanggungan jiwa untuk maskapai AirAsia, Sahata mengungkapkan, pihaknya juga bekerjasama dengan maskapai lain seperti PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (gtr)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN