Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

ABIF, OJK Bahas Resiprokal dengan Otoritas Thailand

Selasa, 15 Maret 2016 | 19:56 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai melakukan pembahasan perjanjian bilateral dengan Bank of Thailand, dalam rangka mempercepat implementasi kerangka integrasi perbankan (Asean Banking Integration Framework/ABIF) yang berlaku tahun 2020. Perjanjian bilateral antara otoritas keuangan Indonesia dan Thailand tersebut diharapkan dapat diteken tahun ini.


Direktur Internasional OJK Triyono menuturkan, pihaknya sudah menyelesaikan pembahasan perjanjian bilateral dengan Bank Negara Malaysia (BNM) yang segera diteken pada April mendatang. Selain dengan otoritas Malaysia, OJK masih melakukan pembahasan dengan otoritas perbankan di Singapura (Monetary Authority of Singapore) dan mulai melakukan pembahasan dengan Bank of Thailand.


“Dengan pihak Singapura masih berjalan, belum ada kemajuan. Kami juga mulai melakukan pembahasan dengan pihak Thailand,” ujar Triyono, akhir pekan lalu.


Serupa dengan pembahasan perjanjian bilateral lainnya, pembahasan perjanjian dengan Thailand juga menekankan asas resiprokal. Dia pun memperkirakan pembahasan perjanjian bilateral dengan Thailand dapat rampung pada tahun ini.


“Sepertinya pembahasannya akan lebih cepat dibandingkan dengan otoritas Malaysia atau Singapura. Isunya dengan mereka (Thailand), mereka hanya minta penekanan aspek legalitas bank mereka yang sudah ada di sini (Indonesia),” terang dia.


Adapun saat ini Thailand hanya memiliki satu bank yang beroperasi di Indonesia, yakni Bangkok Bank Pcl yang berstatus kantor cabang bank asing (KCBA). Oleh karena itu, setelah perjanjian bilateral tersebut diteken dengan Bangkok Bank sebagai Qualified Asean Bank (QAB), kendati berstatus KCBA, Bangkok Bank akan memperoleh perlakukan seperti bank nasional. Sedangkan Indonesia belum memiliki satu pun bank yang beroperasional di Thailand.


“Mungkin ada bank lain dari sana yang tertarik ke Indonesia. Tapi tentu harus ada bank kita terlebih dahulu yang buka di Thailand, karena harus resiprokal. Mungkin saja nanti ada yang tertarik (bank asal Indonesia), tapi kami belum tahu,” terang dia.


Selain negara-negara Asean, OJK berkeinginan untuk menjajaki kerja sama bilateral dengan sejumlah negara lain. Menurut Triyono, OJK telah mengirimkan surat kepada otoritas perbankan Arab Saudi untuk melakukan pembahasan terkait integrasi sektor keuangan antara kedua negara. Meski demikian, hingga saat ini OJK belum memperoleh respons dari otoritas negara tersebut. (nti)



Editor :

BAGIKAN