Menu
Sign in
@ Contact
Search

Laba BJB Naik Signifikan

Jumat, 29 Juli 2016 | 15:46 WIB
Oleh Devie Kania (redaksi@investor.id)

JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) membukukan laba bersih Rp 905 miliar pada semester I-2016, tumbuh signifikan 56,3% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 579 miliar.

Perolehan tersebut antara lain ditopang oleh penurunan rasio kredit bermasalah (non perfoming loan/NPL) gross menjadi 2% dibandigkan semester I-2015 di level 3,6%.

Direktur Utama BJB Ahmad mengatakan, perseroan berupaya memperbaiki NPL dengan membentuk tim khusus. Bahkan, sampai akhir 2016 BJB masih mampu menurunkan hingga di bawah 2%. Sebab, sampai Juni 2016 perseroan juga telah membukukan penurunan kredit yang masuk kategori special mention menjadi 2,1% dibanding Juni 2015 yang sebesar 3,5%.


“Jadi sampai akhir tahun, kami optimitis dapat membukukan kenaikan kredit kisaran 13-14% (yoy). Sejauh ini NPL di segmen mikro juga sudah membaik, sehingga diharapkan portofolio dapat naik kembali,” ungkap dia di sela acara analyst meeting BJB di Jakarta, Kamis (28/7).


Berdasarkan data keuangan BJB, NPL dari tiga segmen kredit perseroan menurun sampai akhir semester I-2016. Misalnya NPL kredit konsumer dari 0,11% menjadi 0,10% dan NPL komersial dari 7,5% turun menjadi 3,5%. Penurunan signifikan terlihat di NPL segmen mikro dari 25,1% menjadi 14,2%.


Data kinerja keuangan juga menunjukkan, kredit mikro perseroan menurun 12,2% menjadi Rp 3,44 triliun sampai Juni 2016 dibanding Juni 2015 yang sebesar Rp 3,92 triliun. Pada akhir semester I-2016, total kredit yang disalurkan BJB mencapai Rp 60,13 triliun atau tumbuh 15,2% secara year on year (yoy).


“Mengenai penyaluran kredit, kami fokus dengan bisnis di segmen konsumer, lalu komersial, dan pilar ketiga adalah mikro. BJB juga ikut menggarap kredit sindikasi seperti pembangunan jalan tol,” papar dia. Hingga Juni 2016, capital adequacy ratio (CAR) BJB di level 17,7%, meningkat 2,8% dibanding kuartal I-2016 di level 14,9%.


Terkait kenaikan CAR, Irfan memaparkan, perseroan sudah merealisasikan peningkatan aktiva tetap melalui revaluasi aset. Menurut dia, revaluasi tersebut sebatas tanah. “Tingkat kesehatan perseroan berada di angka 2. Berdasarkan itu, minimal CAR yang harus kami maintance sebesar 10,63%, sehingga masih aman untuk ekspansi sekarang,” tegas dia.


Senada dengan induk usaha, PT Bank BJB Syariah juga sudah meraih kenaikan CAR dari 12,2% pada Juni 2015 menjadi 20,9% pada akhir semester I-2016. Peningkatan tersebut merupakan hasil pemberian suntikan modal dari BJB. (*)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com