Menu
Sign in
@ Contact
Search

BRI Danai PTBA Rp 2,5 Triliun

Jumat, 9 Desember 2016 | 12:48 WIB

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memberikan fasilitas pendanaan kepada PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) senilai Rp 2,5 triliun, terdiri atas pendanaan dalam valuta asing (valas) sebesar US$ 135 juta dan rupiah Rp 800 miliar. Pendanaan tersebut antara lain akan digunakan PTBA untuk memenuhi kebutuhan belanja modal (capital expenditure) tahun depan yang mencapai Rp 5,8 triliun.


Direktur Kelembagaan dan BUMN BRI Kuswiyoto mengatakan, fasilitas pendanaan tersebut terdiri atas fasilitas penangguhan jaminan impor (PJI) dalam hal letter of credit (LC) dan surat kredit berdokumen dalam negeri sebesar Rp 300 miliar, bank garansi Rp 500 miliar, kredit modal kerja US$ 100 juta, dan fasilitas foreign exchange line sebesar US$ 35 juta. Untuk kredit modal kerja ke PTBA tersebut, BRI memberikan suku bunga single digit atau di bawah 10%.


"Karena berupa kredit modal kerja maka tenornya pendek. Bunga untuk BUMN kami rata-rata sudah single digit," ujar Kuswiyoto di Jakarta, Kamis (8/12).


Dia menjelaskan, pihaknya juga memberikan fasilitas forex line sehingga PTBA dapat melakukan lindung nilai (hedging) terhadap risiko nilai tukar melalui berbagai jenis transaksi seperti FX forward, FX swap, maupun Fx option, baik untuk memenuhi kebutuhan kegiatan operasional maupun investasi PTBA.


Sementara itu, jaminan atas impor diberikan BRI ke PTBA dalam rangka pembelian batubara dan pembelian barang kebutuhan operasional di luar kebutuhan investasi, baik di dalam maupun luar negeri. Di sisi lain, fasilitas bank garansi digunakan untuk penerbitan tender bond, advance payment bond, performance bond, dan bank garansi lainnya.


Menurut Kuswiyoto, pada tahun ini, penyaluran kredit BRI ke BUMN tumbuh signifikan. Hingga kuartal ketiga, penyaluran kredit perseroan ke BUMN mencapai Rp 90,9 triliun atau tumbuh 23,4% secara year on year (yoy). Sementara itu, penyaluran kredit BRI di sektor pertambangan tercatat mencapai Rp 6,5 trilun. "Tahun depan kredit untuk korporasi BUMN paling tidak akan tumbuh sekitar 12-14%," kata dia.


Sampai akhir September 2016, secara keseluruhan BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 603,4 triliun, tumbuh 16,3% dibandingkan periode sama pada tahun lalu, dan non performing loan (NPL) sebesar 2,22%. (bersambung)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/marketandcorporatenews/kredit-dari-bri-untuk-bangun-infrastruktur/153880

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com