Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

HSBC Salurkan Lebih dari $ 25 Miliar di 35 Negara

Sabtu, 17 November 2018 | 08:27 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA- HSBC mengumumkan telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan bernilai lebih dari $25 miliar di 35 negara. Perusahaan menargetkan total pembiayaan berkelanjutan sebesar $100 miliar hingga tahun 2025.

Secara geografis, pembiayaan berkelanjutan tersebut hingga kuartal ketiga 2018 didistribusikan sebagai berikut: Eropa 47%, Asia 33%, Amerika 16% dan Timur Tengah, Afrika Utara dan Turki 4%.

Komitmen bernilai $100 miliar tersebut, yang menunjukkan upaya intensif untuk mengatasi risiko sistemik dari perubahan iklim, berbentuk pinjaman hijau, obligasi berkelanjutan ramah lingkungan, suntikan dana investasi rendah karbon dan dukungan terhadap transaksi hijau bersertifikat.

Rincian secara lengkap akan diberikan dalam update ESG untuk Musim Semi 2019.

Daniel Klier, Global Head of Sustainable Finance, mengatakan pihaknya menetapkan komitmen $100 miliar sebagai pengakuan atas besarnya tantangan dalam transisi menuju masa depan rendah karbon.

“Seperti yang diungkapkan dalam laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) PBB baru-baru ini, tantangan tersebut sangat mendesak dan belum pernah ada sebelumnya. Oleh karena itu, kami senang dapat membuat kemajuan pada target kami, tetapi kami mengakui masih banyak yang harus dilakukan,” ujarnya.

Janji tersebut, yang merupakan salah satu dari lima komitmen baru yang ditetapkan oleh HSBC pada bulan November 2017, telah membuka pasar baru untuk mendukung pembiayaan rendah karbon di masa depan. Fasilitas baru ini juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan bank.

Contohnya adalah Sebagai pemimpin global dalam penerbitan obligasi hijau dan berkelanjutan, HSBC membantu Indonesia menerbitkan sukuk hijau pertama ($ 1,25 miliar) dan Negara Federal North Rhine-Westphalia untuk menerbitkan obligasi keberlanjutan terbesar yang pernah ada (€ 2,025 miliar).

Berikutnya, HSBC meluncurkan pinjaman hijau baru, termasuk yang pertama di pasar di Singapura, Hong Kong, dan China.

HSBC Global Asset Management meluncurkan dua produk pembiayaan rendah karbon. Keduanya bertujuan untuk mengatasi risiko investasi terkait iklim dengan menggunakan data karbon untuk mencapai portofolio karbon yang lebih rendah. Gabungan arus masuk mencapai nilai sebesar $ 132 juta.

Sebagai bagian dari energi bersih UEA, HSBC meluncurkan pinjaman kendaraan ramah lingkungan untuk mendorong pembelian kendaraan hibrida atau listrik (EV).

HSBC menjadi entitas sektor swasta pertama di dunia yang mengumpulkan dana ($ 1 miliar) yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs). HSBC Amanah Malaysia menerbitkan obligasi syariah pertama di dunia yang berkaitan dengan SDGs ($ 120 juta dalam bentuk sukuk).

HSBC telah menerima rekomendasi dari Task Force on Climate related Financial Disclosures (‘TCFD’) dan membuat paparan publik pertama kalinya dalam 2017 Annual Report and Accounts. Paparan publik TCFD 2018, yang akan diterbitkan pada Februari 2019, akan mencakup kuantifikasi paparan terhadap sektor-sektor dengan risiko tinggi transisi dan diskusi kualitatif tentang pinjaman transisi. (gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN