Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Apkrindo Jawa Timur Tjahjono Haryono dan Regional CEO BRI RO Surabaya Triswahju Herlina usai penandatanganan kerjasama BRI dan Apkrindo Jatim di Pasarame Tunjungan Plaza 6 Surabaya, Selasa (7/12/2021). Foto: Amrozi Amenan

Ketua Apkrindo Jawa Timur Tjahjono Haryono dan Regional CEO BRI RO Surabaya Triswahju Herlina usai penandatanganan kerjasama BRI dan Apkrindo Jatim di Pasarame Tunjungan Plaza 6 Surabaya, Selasa (7/12/2021). Foto: Amrozi Amenan

BRI Gandeng Apkrindo Jatim Tingkatkan Transaksi Nontunai  

Selasa, 7 Desember 2021 | 23:59 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Kantor Wilayah Surabaya dan Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur berkolaborasi mendorong layanan transaksi nontunai atau cashless melalui mesin EDC Android BRI maupun QRIS.

Regional CEO BRI RO Surabaya Triswahju Herlina mengungkapkan, BRI terus melakukan terobosan serta inovasi produk dan layanan untuk melayani kebutuhan masyarakat, termasuk mengembangkan transaksi non-tunai dengan menggandeng banyak pihak. Salah satunya adalah kerja sama dengan Apkrindo Jatim.

"Kerja sama BRI Regional Office Surabaya dan Apkrindo Jawa Timur ini merupakan wujud kolaborasi antara perbankan dan pengusaha khususnya bidang food and beverage terutama di tengah kondisi pandemi Covid-19," kata Triswahju usai penandatanganan kerja sama BRI dan Apkrindo Jatim di Surabaya, Selasa (7/12/2021).

Dikatakan, perjanjian kerja sama Apkrindo Jatim dan BRI terkait penerapan EDC & QRIS BRI di kafe dan restoran anggota Apkrindo Jatim. Penerapan sistem pembayaran dengan EDC Android BRI akan memudahkan pengusaha dalam melakukan transaksi pembayaran yang lebih tepat angkanya sehingga meminimalisir kesalahan kasir dalam menginput nominal transaksi. Kerja sama dengan para pengusaha food and beverage (FnB) di Jatim ini juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi masyarakat.

"Sebagai apresiasi kerja sama tersebut, BRI akan memberikan reward berupa paket wisata kuliner ke negara di Asia," ujar Triswahju.

Adapun merchant pengguna EDC BRI saat ini hampir 40% bergerak di bidang kuliner, dan selebihnya adalah di bidang fesyen, elektronik dan gadget.

"Namun kalau secara nominal, transaksi EDC yang paling berkontribusi besar adalah merchant elektronik dan gadget karena secara nilai barangnya yang dijual juga lebih mahal," imbuhnya.

Departement Head Retail Payment and Card Dept BRI Kantor Wilayah Surabaya, Chindy Vannie Arie, menjelaskan, sejak awal tahun hingga Agustus 2021, BRI telah mengimplementasikan lebih dari 10.000 unit EDC Android secara nasional. BRI menargetkan bisa menerapkan sebanyak 80.000 unit mesin EDC Android di seluruh Indonesia hingga tahun 2022 mendatang.

Khusus di wilayah Jatim, sampai saat ini ada 1.500 unit EDC Android BRI yang digunakan oleh merchant. Sedangkan EDC yang biasa dan belum android mencapai 7.500 uni

“BRI menargetkan pengguna EDC Android mencapai 3.000 unit pada 2022,” tandas Chindy.

Ketua Apkrindo Jatim, Tjahjono Haryono mengatakan, transaksi nontunai telah mulai banyak diaplikasikan oleh pelaku usaha kafe dan restoran sejak beberapa tahun terakhir. Terlebih sejak adanya pandemi, penggunaan pembayaran nontunai meningkat tajam. Dari sekitar 100 pelaku usaha kafe dan restoran dengan lebih dari 200 brand di Jatim, saat ini sekitar 70-80% sudah menerapkan pembayaran nontunai.

“Kita berharap kerja sama dengan BRI ini layanan cashless akan kian meningkat," ujarnya.

Diakui Managing Director Boga Group Jatim, Steven Johnson TjanÂ, pembayaran nontunai baik EDC maupun EDC Android di sejumlah brand dan gerai yang dioperasikannya memberikan banyak manfaat, mulai keamanan, ketepatan pembayaran, hingga kenyamanan apalagi sejak pandemi Covid-19.

“Kami akan terus perluas layanan ini di gerai-gerai apalagi sudah bekerja sama dengan BRI," ujar Steven.

Tjahjono menambahkan, kerjasama Apkrindo Jatim dengan BRI juga akan mendorong kinerja industri kuliner yang banyak menyerap tenaga kerja dan menjadi faktor penentu perputaran ekonomi masyarakat bisa pulih lagi setelah sempat terjun bebas dengan tren omset hanya mampu mencapai 30% akibat penerapatan PPKM Level 3 dan 4.

Namun sekarang indutri kuliner ini mulai bangkit lagi dengan omset 60-70 persen seperti kondisi sebelum pandemi.

“Harapan kita di akhir tahun ada momen Natal dan Tahun Baru, apalagi rencana PPKM Level 3 juga dibatalkan. Omset bisa naik menjadi 80-90%, karena untuk balik ke 100% itu butuh waktu," tutup Tjahjono.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN