Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Perbankan Juga Harus Berkontribusi Kuatkan Rupiah

Selasa, 17 Desember 2013 | 15:40 WIB
Anis Rifatul Ummah

JAKARTA-Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Ryan Kiryanto menilai industri perbankan nasional juga harus berkontribusi dalam menguatkan nilai tukar rupiah yang hingga kini masih berada di level Rp12.000.

"Dari aspek perbankan nasional, dapat melakukan upaya untuk tetap menjaga likuiditas dolar AS dalam batas aman sesuai dengan regulasi Bank Indonesia (net open position atau NOP dan secondary reserve)," ujar Ryan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa.

Ryan kepada Antara menuturkan, perbankan dapat menghentikan sementara waktu pengajuan dan pencairan kredit dalam dolar AS dalam rangka menjaga likuiditas valas.

"Namun, perbankan juga bisa tetap memberikan fasilitas kredit dalam dolar AS sejauh orientasi usaha debitur untuk pasar ekspor, bukan pasar domestik," kata Ryan.

Selain itu, lanjutnya, perbankan diharapkan mendorong debitur dolar AS untuk melakukan lindung nilai (hedging) untuk menghindari kerugian karena selisih kurs atau forex risk di kemudian hari.

Ryan menambahkan, bank-bank pun dapat menerapkan strategi forward (tiga atau enam bulan ke depan) untuk pemenuhan kebutuhan dolar AS bagi nasabahnya di kemudian hari.

Ia juga mengharapkan, perbankan juga tidak melakukan aksi spekulasi untuk keuntungan sesaat di tengah kondisi melemahnya rupiah.

"Terakhir, untuk bank BUMN, dapat melaporkan kepada otoritas (pemerintah dan BI) sekiranya memiliki utang dalam dolar AS dan jatuh temponya," kata Ryan.(*/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN