Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Baru 22% Investor Ikuti Program Pensiun Pemerintah

Kamis, 25 September 2014 | 16:45 WIB
Alex Dungkal dan Emral Ferdiansyah

JAKARTA- Survei yang dilakukan perusahaan asuransi, reksa dana dan manajemen aset, Manulife Indonesia, mengemukakan baru sebanyak 22% investor Indonesia yang mengikuti program pensiun dari pemerintah.

"Baru 22%, seperti program dari PT Jamsostek, dan lainnya. Hal itu ditambah temuan bahwa masyarakat Indonesia juga tidak tertarik untuk membeli program pensiun tambahan sebagai alternatif," kata Chief of Employee Benefits PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Nur Hasan Kurniawan di Jakarta, Kamis.

Manulife melalui "Manulife Investor Sentiment Index (MISI)" melakukan suvei wawancara tatap muka terhadap 500 responden, yang merupakan investor kelas menengah hingga atas. Survei dilakukan pada kuartal II (April-Juni) 2014.

Menurut Hasan, tingkat 22% tersebut dapat dikategorikan paling rendah di Asia. Manulife merekam bahwa tingkat rata-rata keikutsertaan investor terhadap program pensiun pemerintah di Asia lebih tinggi dari Indonesia, mencapai 67%.

Hasan memprediksi terdapat kekhawatiran pada diri investor, bahwa ekspektasi mereka tidak sesuai dengan produk pensiun yang ditawarkan institusi pemerintah..

Selain itu, temuan survei tersebut juga mengemukakan bahwa perencanaan investor untuk program pensiun.

Hal itu karena, menurut survei Manulife, baru 15% investor Indonesia memiliki program pensiun dari institusi swasta. "Masyarakat sepertinya terlalu mengandalkan sumber-sumber pendanaan yang tidak pasti untuk membiayai hidup mereka di hari tua," ujarnya.

Hasan tidak menampik temuan dari survei itu pula karena masih minimnya tingkat literasi dana pensiun pada diri masyarakat.

Menurut riset yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan pada 2013, tingkat literasi dana pensiun hanya 1,53%.

Tingkat itu lebih rendah dari indeks literasi terhadap produk jasa keuangan lainnya seperti asuransi (11,81%), lembaga pembiayaan (6,33%), pegadaian (5.04%) dan dana pensiun (1,53%).

Direktur Literasi dan Informasi OJK Agus Sugiarto, melalui keterangan tertulis, menanggapi survei Manulife, menyebutkan banyak masyarakat yang masih memilih menyimpan uangnya untuk tabungan masa depan dalam aset tradisional seperti bentuk tunai.

"Rendahnya tingkat utilitas dana pensiun juga karena memang belum meratanya tingkat literasi keuangan," ujar dia. (ant/gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN