Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Asbisindo Minta Bank Syariah Kelola Dana Haji-Umroh

Jumat, 11 September 2015 | 15:54 WIB
ah

JAKARTA- Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) meminta bank syariah diberi kesempatan untuk mengelola dana haji dan umroh untuk memperbesar target pasarannya.

"Harusnya kan syariah juga dibantu untuk bisa berkembang, salah satunya mungkin bisa menjadi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH)," kata Ketua Asbisindo Agus Sudiarto, usai menghadiri acara seminar digitalisasi bank syariah di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan selama ini lebih banyak bank konvensional yang mengelola dana haji dan umroh, walaupun syariah sebenarnya lebih tepat.

"Pada dasarnya bank syariah tetap mengharapkan dukungan pemerintah, selain itu bisa dalam bentuk penyaluran dana APBN yang bisa melalui bank-bank syariah, hal itu bisa memperbesar pasar target syariah," katanya.

Agus mengatakan, saat ini masih terus berkomunikasi dengan regulator dan pemerintah agar target pertembuhan perbankan syariah bisa melewati lima persen.

Dalam seminar tersebut ia menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia belum banyak yang menggunakan bank syariah daripada bank konvesional.

"Memang belum banyak, rasionya mungkin sekitar 20 persen daripada bank konvensional," katanya.

Selain itu, bank syariah untuk membantu memperbesar dan mencapai target pencapaian perlu juga melakukan perubahan dengan sistem digital.

"Digitalisasi juga harus dipertimbangkan untuk bank syariah, untuk mengejar persaingan dengan bank konvensional lainnya, karena secara fungsi kami masih sama di mata masyarakat," tuturnya.

Dalam menghadapi krisis global pada saat ini, ia menjelaskan hampir keseluruhan bank syariah mengalami penurunan pertumbuhan.

"Ya, keseluruhan mengalami penurunan, tapi ada beberapa bank yang luar biasa justru bisa mengalami penaikan pertumbuhan di waktu menghadapi krisis pada saat ini," kata Agus. (ant/gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN