Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor Daily

Investor Daily

BSM Targetkan Pembiayaan UMKM Rp 20 Triliun

Senin, 27 Desember 2010 | 15:11 WIB
Oleh Eva Fitriani

JAKARTA – PT Bank Syariah Mandiri (BSM) menargetkan pembiayaan di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus Rp 20 triliun pada tahun depan. Pembiayaan pada sektor tersebut masih menjadi kontributor terbesar dari total outstanding pembiayaan BSM.

“Pembiayaan tahun depan diharapkan bisa tumbuh 30% dengan sektor UMKM masih menjadi andalan kami. Sektor tersebut tahun depan diharapkan menyumbang 70% dari total pembiayaan perseroan,” kata Direktur Utama BSM Yuslam Fauzi pada acara Konferensi pers BSM UMKM Awards 2010 di Jakarta, Jumat (24/12).

Dia memaparkan, sampai akhir November 2010, outstanding pembiayaan BSM di sektor UMKM mencapai Rp 15,72 triliun atau 68,97% dari total portofolio sebesar Rp 22,79 triliun. Sementara sisanya sebanyak Rp 7,07 triliun atau 31,03% dari sektor korporasi.

Yuslam mengakui persaingan pembiayaan di sektor UMKM pada tahun depan bakal semakin berat. Pasalnya, banyak bank-bank baik konvensional maupun syariah, bank lokal maupun bankg asing yang berlomba untuk masuk sektor tersebut. Sektor UMKM dinilai memiliki tingkat risiko yang kecil dengan potensi keuntungan cukup tinggi.

Persaingan di sektor UMKM tersebut, menurut Yuslam, pada tahun depan dan seterusnya akan mencapai titik ekuilibrium dimana masing-masing bank sudah menemukan segmen pasarnya masing-masing. Semakin banyak bank yang masuk juga bakal lebih menguntungkan pelaku UMKM karena dengan tingkat persaingan tinggi di antara bank, tentunya berdampak pada pemberian bunga yang semakin kecil.

“Bagi kami, tidak terlalu masalah karena pasar UMKM sangat besar dan sepanjang kami bisa memberikan penawaran yang menarik, maka masih tetap dapat bersaing,” ujar dia.

Yuslam mengungkapkan, ke depan komposisi pembiayaan BSM terdiri atas 70% untuk sektor UMKM dan sisanya 30% untuk korporasi. Pemberian pembiayaan per sektor tersebut dikategorikan berdasarkan jumlah yang diberikan. Pembiayaan di sektor mikro berkisar antara Rp 1-100 juta, sementara untuk sektor kecil Rp 100 juta – 1,5 miliar, dan menengah Rp 1,5-15 miliar. Selanjutnya, di atas Rp 15 miliar dimasukkan dalam pembiayaan korporasi.

Direktur BSM Amran Nasution mengatakan, pada sektor korporasi, tahun depan pihaknya menargetkan pembiayaan baru sebesar Rp 4,48 triliun atau tumbuh 30% dibanding tahun ini. Sebanyak Rp 1 triliun dari pembiayaan baru tersebut bakal berbentuk pembiayaan sindikasi.

Pada kesempatan sama, Direktur BSM Hanawijaya mengatakan, pihaknya hingga 22 Desember 2010 telah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 413 miliar. Pembiayaan tersebut telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebanyak Rp 400 miliar. Dalam penyaluran KUR tersebut, perseroan bekerja sama melalui program linkage dengan lembaga keuangan mikro syariah seperti Baitul Maal wat Tamwil (BMT) dan koperasi syariah.

“Lembaga-lembaga keuangan tersebut juga berkomitmen untuk mengenakan marjin tidak lebih dari 22% sehingga sesuai dengan ketetapan pemerintah agar KUR yang disalurkan dikenakan marjin yang rendah,” jelas Hanawijaya.

Editor :

BAGIKAN