Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

OJK Diminta Bentuk Tim Perbankan Syariah

Kamis, 26 Juli 2012 | 16:23 WIB
Antara

JAKARTA - Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membentuk tim khusus yang mengontrol perbankan maupun asuransi berbasis syariah.

"Dari dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (UJK) yang sudah definitif secara formal memang tidak ada keterwakilan Bank Syariah," kata Ketua Umum Asbisindo Yuzlam Fauzi di Jakarta, Kamis.

Oleh karena itu, dia berharap di level organisasi di bawahnya sangat mungkin untuk dibentuk semacam tim khusus yang mengontrol perbankan atau asuransi syariah.

Yuzlam berharap apa yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) untuk mengawasi dan memajukan industri Bank Syariah dilanjutkan di OJK.

Namun demikian, dengan terpilihnya Muliaman Haddad, menurut dia komunikasi dengan perbankan syariah akan terjalin dengan baik. "Dia adalah seorang yang sudah lama berkecimpung di dunia Ekonomi Syariah, oleh karena itu saya percaya pada beliau," katanya.

Dosen Perbankan Syariah di Pusat Studi Timur Tengah dan Islam (PSTTI) Universitas Indonesia Edy Setiadi mengharapkan adanya SDM yang kompeten dalam bidang perbankan syariah dalam struktur organisasi OJK .

"Mau tidak mau OJK harus merekrut orang-orang yang kompeten soal operasional perbankan syariah, akutansi syariah, produk syariah dan fatwa syariah yang memiliki loyalitas terhadap perkembangan perbankan syariah," kata Edy.

Dia melihat saat ini dalam struktur organisasi OJK belum ada satu pun yang profesional atau memilki militansi dalam perbankan syariah. "Bagaimana mereka ngatur perbankan syariah kalau dia sendiri tidak tahu tentang perbankan syariah baik produk maupun muamalahnya," kata Edy. (ant/gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN