Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

OJK Harus Jaga Pertumbuhan Bank Syariah

Selasa, 24 Juli 2012 | 12:57 WIB
Antara

JAKARTA - Pengamat ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Eko mengatakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku pengawas industri keuangan baru harus berusaha meningkatkan aspek kehati-hatian dalam bisnis perbankan syariah, dengan tetap menjaga pertumbuhan industri keuangan tersebut.

"Saat ini jumlah perbankan syariah hanya sekitar 20 sampai 30% dari total perbankan nasional, sehingga OJK harus terus berusaha mendorong kinerja perbankan syariah untuk bisa memajukan industri keuangan itu, dengan tetap menjaga aspek kehati-hatian," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan, Indonesia menganut sistem dual banking yakni bank konvensional dan bank syariah, sehingga OJK harus memberikan porsi pengawasan yang sama rata terhadap kedua industri keuangan itu layaknya yang telah dilakukan Bank Indonesia selama ini.

"OJK harus mendorong kinerja perbankan syariah, termasuk juga meningkatkan unit usaha syariah yang dimiliki bank konvensional," ujar dia.

Selain itu Agus juga meminta OJK bisa menciptakan regulasi baru yang dapat mendorong perbankan syariah melakukan pembiayaan ke sektor-sektor produktif.

Mahkamah Agung Jumat (20/7) melantik jajaran Dewan Komisioner OJK, yang terdiri dari Muliaman Darmansyah Hadad selaku ketua, dengan anggota Nurhaida, Firdaus Djaelani, Nelson Tampubolon, Rahmat Waluyanto, Ilya Avianti, Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono, Halim Alamsyah, dan Anny Ratnawati.

Pada 2014, pengawasan perbankan yang selama ini menjadi tanggung jawab BI akan resmi pindah ke OJK.

Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia Yuslam Fauzi mengharapkan pengembangan perbankan yang selama ini telah dilakukan BI bisa tetap dilakukan oleh OJK nantinya. "Jangan sampai pengembangan tersebut dilepaskan begitu saja," kata Yuslam kepada Antara.

Dia optimistis OJK dapat memahami pengawasan yang selama ini dilakukan BI sebab lembaga pengawas tersebut memiliki ex-officio yang nantinya juga akan berkoordinasi secara intensif dengan BI. (*/gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN