Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pembiayaan Perbankan Syariah 2011 Meningkat

Kamis, 5 Januari 2012 | 18:47 WIB
Antara

JAKARTA - Pembiayaan perbankan syariah periode November 2011 meningkat sebesar Rp 31,87 triliun (45,37 persen) dibanding triwulan yang sama 2010. Pada triwulan keempat 2010, total pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp 70,24 triliun meningkat menjadi Rp 102,11 triliun pada triwulan keempat 2011.

Bank Indonesia (BI) mencatat dana yang dihimpun perbankan syariah dari masyarakat pada periode tersebut meningkat sebesar Rp 29,72 triliun (38,28 persen) yaitu dari Rp 77,64 triliun menjadi Rp 107,36 triliun.

Sementara itu, tingkat kredit bermasalah turun dari 3,12 persen pada kuartal keempat 2010 menjadi 2,85 persen pada periode yang sama 2011.

"Penurunan ini menunjukkan kualitas pembiayaan perbankan syariah lebih terjaga," kata Direktur Perbankan Syariah Bank Indonesia, Mulya E. Siregar, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Total aset perbankan syariah per November 2011 mencapai Rp 135,9 triliun atau meningkat Rp 35,64 triliun (35,55 persen) dibanding periode yang sama 2010 sebesar Rp 100,26 triliun.

"Nilai aset tersebut merepresentasikan sekitar 3,8-3,9 persen dari total aset industri perbankan nasional," kata Mulya.

Mulya menambahkan arah kebijakan perbankan syariah 2012 fokus pada penguatan intermediasi perbankan syariah pada sektor ekonomi produktif, pengembangan dan pengayaan produk yang lebih terarah, dan peningkatan sinergi dengan bank induk dengan tetap mengembangkan infrastruktur kelembagaan bisnis syariah.

"Fokus berikutnya yaitu peningkatan edukasi dan komunikasi, good governance dan pengelolaan risiko, serta penguatan sistem pengawasan," kata Mulya. (tk/ant)

Editor :

BAGIKAN