Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Regulasi Perbankan Syariah Mendesak Dilengkapi

Selasa, 20 Maret 2012 | 21:52 WIB
Antara

BANDUNG - Pengaturan dan mekanisme perbankan syariah sangat mendesak untuk dilengkapi sehingga bisa lebih sesuai dengan keunikan karakteristik perbankan itu.

"Masih banyak tantangan dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah, salah satunya kerangka pengaturan perbankan syariah belum lengkap dan sesuai dengan keunikan karakteristik perbankan itu," kata pakar ekonomi Syariah Prof Dr Veithzal dalam Seminar Ekonomi Syariah, “Indonesia Menuju Pusat Keuangan Syariah” di Kampus Unpad Bandung, Selasa.

Menurut dia, salah satu langkah penting untuk memperkuat posisi perbankan syariah adalah memperkuat infrastruktur dan melengkapi regulasinya agar keunikan dan karakteristik perbankan itu bisa benar-benar menjadi daya saing untuk pengembangan bank itu.

Hal yang paling mendasar antara lain melengkapi layanan teknologi jaringan, dimana layanan syariah saat ini masih tertinggal dengan teknologi jaringan bank-bank konvensional. Padahal dari sisi pasar relatif besar dan luas untuk bisa digarap, salah satunya sektor mikro dengan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM).

"Perlu ada kesungguhan dalam pengembangan perbankan syariah, pasarnya sangat luas dan jelas sangat pas untuk KUMKM di Indonesia. Sistem bagi hasil sangat pas sehingga tidak menjadi beban bagi debitur," katanya.

Selain itu edukasi masyarakat terhadap perbankan syariah masih harus terus digenjot. Pengetahuan dan pemahaman secara umum tentang produk, jasa, keuntungan dan layanan perbankan itu masih rendah. Selain itu institusi pendukungnya juga belum lengkap dan efektif.

"Perlunya peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan secara berkesinambungan agar dapat berdaya saing, memperbesar pangsa pasar, menarik SDM profesional dan permodalan," katanya.

Pada kesempatan itu, Veithzal mengkritisi penamaan perbankan syariah, karena menurut dia lebih tepat perbankan Islami.

"Saya kira lebih tepat disebut perbankan Islami, efeknya bisa lebih diterima, sehingga pasar yang luas dan heterogen bisa tergarap, terlebih ada dukungan penuh dari pemerintah, dan itu sangat perlu," katanya.

Menurut dia, perbankan syariah itu menjadi solusi untuk menjaga keseimbangan karena dengan sistem dan prinsip syariah perbankan itu menolak transaksi maya dan tidak menempatkan uang sebagai komoditas.

Sementara itu Ketua Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah Ahmad Ifham Sholihin menyebutkan, ekonomi syariah yang mengakomodir pembiayaan usaha mikro adalah cara efektif untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

"Perbankan syariah sangat tepat untuk pembiayaan UMKM, dengan sistem bagi hasil lebih pas untuk sektor mikro. Selain pembiayaan juga jasa keuangan syariah lainnya," kata Ahmad Ifham Sholihin. (tk/ant)

Editor :

BAGIKAN