Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana

Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana

Semester I, Laba Bersih BTPN Meningkat 50,81%

Rabu, 28 Juli 2021 | 17:58 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank BTPN Tbk kembali mencatatkan kinerja yang baik dengan pertumbuhan sehat sepanjang Semester I-2021.

Perseroan meraup laba bersih sebesar Rp 1,87 triliun, meningkat 50,81% dibanding periode sama tahun sebelumnya senilai Rp Rp 1,24 triliun.

Pertumbuhan tersebut cukup signifikan di tengah tantangan perlambatan ekonomi dan ketidakpastian situasi pandemi global yang masih berlanjut.

Berdasarkan laporan keuangan publikasi perseroan, gambaran kinerja usaha tersebut dapat terlihat dari berbagai indikator utama. Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BTPN per semester I-2021 sebesar Rp 5,59 triliun, naik 4,1% dari Rp 5,37 triliun tahun lalu.

Pendapatan operasional lainnya juga tumbuh 5% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 960 miliar, yang terutama berasal dari peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee based income).

Bank BTPN juga berhasil menjaga efisiensi operasional usaha, sehingga beban biaya operasional relatif sama dengan tahun lalu. Sehingga, laba bersih setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pun menunjukkan peningkatan 46,43% menjadi Rp 1,64 triliun pada enam bulan pertama 2021, dari Rp 1,12 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

"Pencapaian pertumbuhan laba bersih Bank BTPN pada semester I-2021 patut kita syukuri. Hal ini merupakan hasil dari strategi bisnis kami untuk bisa tangkas dan adaptif dalam upaya kami senantiasa menyesuaikan diri dalam menghadapi tantangan pandemi yang belum berakhir ini. Kami juga melihat optimisme terhadap perbaikan ekonomi yang akan kembali pulih seiring dengan semakin banyaknya anggota masyarakat yang mendapat vaksin," kata Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana, Rabu (28/7).

Pertumbuhan NII BTPN ditopang oleh penurunan beban bunga sebesar 40% (yoy) jadi Rp 1,88 triliun pada enam bulan pertama 2021. Hal ini sejalan dengan tren suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang juga menurun.

Penurunan beban bunga juga tercermin dari meningkatnya saldo dan rasio dana murah (current account saving account/CASA). BTPN mencatat penghimpunan CASA sekitar Rp 28,29 triliun pada akhir Juni 2021, naik 4% (yoy) dari Rp 27,23 triliun. Sementara itu, deposito mengalami penurunan 8% (yoy) menjadi Rp 68,36 triliun.

Dengan demikian, rasio CASA meningkat menjadi 29,3% pada akhir Juni 2021 dari sebelumnya 26,9%. Secara total, dana pihak ketiga (DPK) Bank BTPN turun 5% (yoy) menjadi Rp 96,64 triliun pada akhir Juni 2021.

"Penurunan dana pihak ketiga sejalan dengan upaya Bank BTPN untuk memenuhi kebutuhan pendanaan kredit. Dengan permintaan kredit yang masih rendah akibat dampak dari pandemi, total kredit yang disalurkan Bank BTPN per akhir Juni 2021 turun 10% (yoy) ke posisi Rp 135,57 triliun," ungkap Ongki.

Bank BTPN berhasil menjaga kualitas kredit tetap baik, seperti tercermin dari rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross yang berada di level 1,46%, masih relatif rendah dibanding rata-rata industri yang tercatat sebesar 3,35% pada akhir Mei 2021.

Perseroan juga menjaga rasio likuiditas dan pendanaan berada di tingkat yang sehat, dengan liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 237,8% dan net stable funding ratio (NSFR) 116,1% per 30 Juni 2021.

Perseroan mencatat penurunan aset sebesar 5% (yoy), dari Rp 185,19 triliun menjadi Rp 175,93 triliun, dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) 27,4%. Sebagai salah satu pionir dalam pengembangan layanan perbankan digital di tanah air, BTPN terus meningkatkan keandalan Jenius, aplikasi life finance solution bagi para nasabah digital savvy, di tengah tantangan pandemi Covid-19.

Hal ini terlihat dari pertumbuhan yang tercipta, jumlah pengguna Jenius tumbuh sebesar 22% (yoy) menjadi lebih dari 3,3 juta pengguna, dengan jumlah dana pihak ketiga melalui Jenius bertumbuh 44% (yoy) menjadi Rp 15,4 triliun pada akhir semester I-2021.

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN