Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Head of Investor Relation and Research Division Bank BTN Winang Budoyo. Beritasatu Photo/Uthan AR

Head of Investor Relation and Research Division Bank BTN Winang Budoyo. Beritasatu Photo/Uthan AR

Tingkatkan Nilai Tambah, BTN akan Turunkan Porsi Kredit Perumahan di Bawah 85%

Kamis, 4 Maret 2021 | 16:03 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengaku, ke depannya akan mendorong penurunan rasio kredit perumahan hingga ke bawah 85%. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kredit non perumahan, sehingga yield kredit bisa naik.

"Kita lihat ke depannya, untuk bisa menjadi suatu bank yang lebih besar lagi, kita berusaha, kalau sekarang fokus masih di perumahan. Nanti, segmen perumahan itu akan diturunkan menjadi di bawah 85%," terang Head of Investor Relation and Research Division BTN Winang Budoyo dalam webinar bertajuk Optimalisasi Bisnis BTN di Masa Pandemi. Acara ini merupakan kerja sama Majalah Investor, Berita Satu Media dengan Kementerian PUPR dan didukung oleh BTN, Kamis (4/3).

Khusus Bidang Perumahan Kementerian PUPR RI Iskandar Saleh, Head of Investor Relation and Research Division Bank BTN Winang Budoyo, Pengamat Properti/CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda dan Pemimpin Redaksi Beritasatu.com selaku moderator Aditya Laksmana Yudha dalam acara Weninar secara virtual dengan tema Optimalisasi Bisnis BTN Di Masa Pandemi live di Beritasatu TV pada Kamis, 4 Maret 2021 di Jakarta. Majalah Investor bekerjasama dengan BTN menyelenggarakan webinar yang membahas program BTN dalam memberikan stimulus & mendorong pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid -19. Beritasatu Photo/Uthan AR
Khusus Bidang Perumahan Kementerian PUPR RI Iskandar Saleh, Head of Investor Relation and Research Division Bank BTN Winang Budoyo, Pengamat Properti/CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda dan Pemimpin Redaksi Beritasatu.com selaku moderator Aditya Laksmana Yudha dalam acara Weninar secara virtual dengan tema Optimalisasi Bisnis BTN di Masa Pandemi, Kamis, 4 Maret 2021 di Jakarta. Majalah Investor bekerjasama dengan BTN menyelenggarakan webinar yang membahas program BTN dalam memberikan stimulus & mendorong pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid -19. Beritasatu Photo/Uthan AR

Pihaknya menjelaskan, pandemi Covid-19 mendorong BTN untuk lebih fokus dalam menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) terutama segmen subsidi, serta segmen fix income yang memiliki risiko kredit lebih rendah.

Dalam visi 2025, perseroan juga akan menjadi The Best Mortgage Bank in Southeast Asia. Meski demikian, Winang menilai tidak hanya segmen perumahan yang bisa ditumbuhkan, tapi segmen di luar perumahan juga memiliki potensi untuk meningkatkan nilai tambah BTN, walaupun perseroan akan tetap fokus pada segmen perumahan.

"Positioning BTN, ke depan di dalam pemaparan saya ada visi 2025 jadi the best mortgage bank di Asean, kita berusaha terus mendorong posisi kita di perumahan. Namun, kita lihat ada potensi di luar perumahan, kami mungkin porsinya ke perumahan mendekati 90%, ke depan kita kurangi jadi dibawah 85%," ungkap Winang.

Khusus Bidang Perumahan Kementerian PUPR RI Iskandar Saleh, Head of Investor Relation and Research Division Bank BTN Winang Budoyo, Pengamat Properti/CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda dan Pemimpin Redaksi Beritasatu.com selaku moderator Aditya Laksmana Yudha dalam acara Weninar secara virtual dengan tema Optimalisasi Bisnis BTN Di Masa Pandemi live di Beritasatu TV pada Kamis, 4 Maret 2021 di Jakarta. Majalah Investor bekerjasama dengan BTN menyelenggarakan webinar yang membahas program BTN dalam memberikan stimulus & mendorong pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid -19. Beritasatu Photo/Uthan AR
Khusus Bidang Perumahan Kementerian PUPR RI Iskandar Saleh, Head of Investor Relation and Research Division Bank BTN Winang Budoyo, Pengamat Properti/CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda dan Pemimpin Redaksi Beritasatu.com selaku moderator Aditya Laksmana Yudha dalam acara Weninar secara virtual dengan tema Optimalisasi Bisnis BTN di Masa Pandemi, Kamis, 4 Maret 2021 di Jakarta. Majalah Investor bekerjasama dengan BTN menyelenggarakan webinar yang membahas program BTN dalam memberikan stimulus & mendorong pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid -19. Beritasatu Photo/Uthan AR

Dengan menurunkan porsi segmen perumahan di bawah 85%, BTN akan tetap menjadi bank fokus perumahan, tapi tidak setinggi saat ini porsinya yang hampir 90% dari total portofolio kredit. Sebab, BTN ingin mencari nilai tambah dari luar perumahan yang juga memiliki potensi bagus.

"Sesuai definisi bisnis kalau lewat 75% itu berarti fokus, dan kami masih fokus di perumahan, tapi kami kembangkan bisnis lain yang kami pikir memberikan nilai tambah yang lebih dari pada hanya sektor perumahan," urai Winang.

Walaupun berbagai tantangan yang dihadapi, optimisme pertumbuhan masih menjanjikan untuk ke depan yang didorong oleh kebijakan pemerintah, perbaikan iklim bisnis, dan ekonomi. Untuk KPR subsidi, BTN masih menyasar nasabah fix income karena memiliki daya tahan yang cukup kuat menghadapi penurunan daya beli. Sehingga, pihaknya melihat ada pertumbuhan kredit yang cukup tinggi di segmen KPR subsidi, dan membuat kualitas kredit juga terjaga dengan baik.

"KPR subsidi sepanjang pandemi bisa dibilang tidak ada matinya bagi BTN. Kuota awal sudah habis di bulan April, Untungnya saja diberi tambahan kuota termasuk SSB di 2020," tutur Winang.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN