Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Permodalan Nasional Madani (PNM). Foto: Perseroan.

Permodalan Nasional Madani (PNM). Foto: Perseroan.

Dukung Ekspansi, PNM Terbitkan Sukuk Rp 712 Miliar

Senin, 18 Januari 2021 | 22:44 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menerbitkan sukuk mudharabah IV seri A senilai Rp 712 miliar. Penerbitan sukuk ini bertujuan untuk mendukung ekspansi perseroan.

Berdasarkan keterangan tertulis di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Senin (18/1), sukuk tersebut memiliki tenor tiga tahun dengan frekuensi pembayaran bagi hasil setiap tiga bulanan. Pembayaran bagi hasil pertama pada 19 April 2021 dan jatuh tempo pada 19 April 2024.

Kemudian, distribusi secara elektronik dilakukan pada 19 Januari 2021. PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Barat dan Banten Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Sementara itu, penerbitan surat utang di sektor pembiayaan tahun ini diprediksi meningkat. Hal itu seiring sentimen distribusi vaksin Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Presiden Direktur PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Salyadi Saputra mengatakan, perkembangan vaksin Covid-19 akan memulihkan aktivitas bisnis, termasuk di dalamnya peningkatan terhadap pembelian produk otomotif. “Kalau peningkatan penjualan otomotif meningkat secara cepat, saya rasa kebutuhan untuk penerbitan surat utang korporasi oleh multifinance akan bertumbuh juga,” kata dia.

Pertumbuhan tersebut juga akan dipengaruhi oleh industri industri multifinance yang membutuhkan untuk melakukan pembiayaan kembali (refinancing) utang. Dengan adanya aksi tersebut, industri multifinance akan lebih banyak melakukan penerbitan obligasi.

Untuk diketahui, industri multifinance dan lembaga keuangan khusus mendominasi penerbitan obligasi korporasi hingga 30 November 2020, yakni sebesar Rp 14,01 triliun dan Rp 8,9 triliun. Sementara, total penerbitan obligasi korporasi mencapai Rp 84,45 triliun.

Pefindo memproyeksikan penerbitan surat utang korporasi pada 2020 pada kisaran Rp 88,4 triliun hingga Rp 106,7 triliun. Target ini merupakan revisi awal tahun 2020 yang semula diperkirakan mencapai Rp 158,5 triliun.

Adapun tahun ini, Pefindo memperkirakan penerbitan surat utang korporasi berkisar Rp 122 triliun sampai dengan Rp 159 triliun. Proyeksi ini berdasarkan pertimbangan jumlah surat utang yang jatuh tempo pada 2021 mencapai Rp 121,9 triliun. “Kalaupun mengandalkan yang mau refinancing, itu sudah mencapai Rp 120 triliun. Tapi diharapkan bukan hanya untuk refinancing, namun untuk ekspansi juga,” ujar Salyadi.

Hingga akhir kuartal I-2021, surat utang yang akan jatuh tempo diperkirakan mencapai Rp 22,5 triliun. Kemudian, pada kuartal II sejumlah Rp 31,7 triliun dan yang paling besar kuartal III sebesar Rp 38,1 triliun. Sementara, kuartal IV sebesar Rp 29,6 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN