Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
tower bersama

tower bersama

'Global Bond' Tower Bersama Diserbu Investor

Selasa, 21 Januari 2020 | 16:20 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA – Aksi penerbitan surat utang global (senior notes) senilai US$ 350 juta PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mengalami kelebihan permintaan dari investor asing selama periode bookbuilding hingga lebih dari US$ 2 miliar.

Sekretaris Perusahaan Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso mengatakan, selama roadshow pekan lalu, pihaknya dibantu oleh OCBC, HSBC, Barclays, BNP Paribas, Credit Agricole dan DBS Bank. Berbeda dengan penerbitan notes perseroan pada 2015, kali ini investor dinilai cukup nyaman dalam menyerap notes meskipun penerbitan tersebut tidak diberikan peringkat oleh lembaga pemeringkat internasional.

“Dana hasil emisi global bond ini sudah masuk ke perusahaan. Respon investor ternyata positif, atau oversubscribed sekitar 3,4 kali. Aksi ini merupakan yang ketiga kalinya bagi perusahaan. Kemungkinan investor sudah nyaman dengan kredit rating kami,” jelas dia kepada Investor Daily, Selasa (21/1).

Kali ini, perseroan meraih tingkat suku bunga senior notes 4,25% dengan tenor lima tahun. Sebagai pembanding, ketika penerbitan senior notes US$ 300 juta bertenor lima tahun pada 2013, perseroan meraih tingkat suku bunga 4,625% per tahun. Sedangkan, saat penerbitan senior notes US$ 350 juta bertenor tujuh tahun pada 2015, perseroan mendapatkan tingkat suku bunga 5,25% per tahun.

Lebih lanjut, dana hasil emisi senior notes 2020 akan digunakan untuk membayar seluruh saldo terutang dan fasilitas revolving senilai US$ 300 juta atau disebut fasilitas B. Perseroan juga akan membayar sebagian saldo terutang dari fasilitas pinjaman revolving senilai US$ 200 juta, yang merupakan revolving loan fund (RLF) tahun 2017.

Adapun, jumlah pembiayaan kembali untuk fasilitas B dan RLF ini akan tetap tersedia dan dapat dipinjam kembali. Per 30 September 2019, total pinjaman bruto dan kas setara kas Tower Bersama dan anak usahanya tercatat masing-masing sebesar Rp 22,85 triliun atau setara US$ 1,61 miliar dan Rp 333,36 miliar atau setara US$ 23,5 juta.

Nantinya posisi nilai tersebut akan berubah. Sebab, perseroan bersiap melakukan pelunasan obligasi rupiah senilai Rp 628 miliar dan melakukan penerbitan obligasi global 2025. Perubahan juga dipengaruhi faktor pinjaman Grup perseroan yang timbul selama 30 September 2019-13 Januari 2020.

Dengan demikian, total pinjaman bruto Tower Bersama per 30 September 2019 akan dicatatkan menjadi Rp 23,59 triliun atau setara US$ 1,66 miliar, sedangkan kas setara kas perseroan menjadi Rp 996,30 miliar atau US$ 70,2 juta.

Terus Bertambah

Aksi Tower Bersama ini menggenapi keberhasilan penerbitan global bond yang dilakukan oleh empat emiten lainnya selama Januari ini. Perusahaan tersebut adalah, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Medco Energi internasional Tbk (LPKR), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Berdasarkan catatan Investor Daily, masih menyusul tiga aksi perusahaan lainnya dan berpotensi terus bertambah. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), melalui Global Prime Capital Pte Ltd berencana menerbitkan surat utang global (global bond) untuk kebutuhan pelunasan kembali utang (refinancing) dan modal kerja.

Lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Investor Service telah memberikan peringkat Ba3 terhadap usulan penerbitan global bond Global Prime. Obligasi ini akan dijamin oleh BSD dan beberapa anak usahanya serta pari passu peringkat senior notes 2021 dan 2023. Saat ini, belum diketahui berapa nilai obligasi yang akan diterbitkan perseroan.

September 2019, BSD sempat mengusulkan penerbitan senior notes hingga US$ 300 juta untuk menukarnya dengan senior notes yang jatuh tempo pada 2021. Namun, ketika dilakukan tender offer kepada para pemegang obligasi tersebut, penawaran yang masuk tak mencapai target perseroan. Akhirnya, tender offer tidak dilanjutkan.

Sejak tahun lalu, manajemen PT Alam Sutera Tbk (ASRI) juga telah menyatakan rencana mempercepat pembayaran obligasi global senilai US$ 175 juta pada April 2020 dari jatuh tempo semula pada April 2021. Perseroan setidaknya berharap mampu menerbitkan global bond minimal dengan nilai yang sama dan bertenor minimal selama lima tahun.

Saat ini, perseroan melalui anak usahanya Alam Synergy Pte Lte mengajukan permohonan persetujuan (consent solicitation) untuk melakukan amandemen syarat dan ketentuan pada dua surat utang (global bond) perseroan.

Pada bagian lain, PT Pertamina (Persero) mengusulkan program penerbitan surat utang berdenominasi dolar AS jangka menengah (medium term note/MTN) hingga US$ 10 miliar. Fitch Ratings telah memberikan peringkat BBB dengan prospek stabil kepada Pertamina untuk usulan tersebut.  

Editor : Elly Rahmawati (ely_rahmawati@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN