Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Grand Kamala Lagoon di Bekasi, salah satu proyek PP Properti. Foto: Perseroan.

Grand Kamala Lagoon di Bekasi, salah satu proyek PP Properti. Foto: Perseroan.

PP Properti Terbitkan Obligasi Rp 1,2 Triliun, Cek Rinciannya

Senin, 20 Januari 2020 | 20:19 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT PP Properti Tbk (PPRO) menerbitkan obligasi berkelanjutan II tahap I tahun 2020 senilai Rp 1,2 triliun. Surat utang ini menawarkan kupon sebesar 9,4% hingga 10,25%.

Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat mengatakan, obligasi berkelanjutan II tahap I diterbitkan dalam dua seri. Seri A memiliki kupon 9,4-9,9% dengan tenor tiga tahun. Seri B dengan kupon 9,75-10,25% dan jangka waktu lima tahun.

Perseroan akan menggunakan 41,94% dana hasil penerbitan obligasi berkelanjutan II tahap I untuk membayar sebagian pokok utang atau refinancing utang. Sedangkan 32,89% untuk investasi dalam bentuk pengembangan usaha guna meningkatkan recurring income. “Sisanya 25,17% untuk modal kerja,” kata Taufik di Jakarta, Senin (20/1).

Dia menegaskan, besaran kupon tersebut tidak menjadi masalah bagi perseroan. Sebab, suku bunga bank saat ini kurang dari 9%. Sementara itu, perseroan tidak memiliki standby buyer dalam penerbitan obligasi ini, karena sudah memiliki investor yang loyal. “Instrumen perseroan baik MTN atau obligasi selalu terserap,” ujarnya.

Masa penawaran obligasi berkelanjutan II tahap I dilaksanakan pada 20 Januari-3 Februari 2020. Masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 17 Februari-18 Februari 2020. Obligasi ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 Februari 2020. Adapun PT Fitch Ratings Indonesia menyematkan peringkat BBB+ untuk surat utang tersebut.

PP Properti telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT CIMB Sekuritas, dan PT Ciptadana Sekuritas sebagai penjamin emisi penerbitan surat utang ini.

Managing Director Mandiri Sekuritas Andy S Bratamihardja menilai, penerbitan surat utang ini akan menarik minat banyak investor. Sebab, pada awal tahun ini, baru PP Properti saja yang menawarkan obligasi. “Awal tahun ini akan ramai, karena investor masih dalam kondisi yang segar dan mereka akan belanja,” tutur dia.

Proyeksi Kinerja

Tahun ini, PP Properti menargetkan perolehan laba bersih sebesar Rp 346 miliar. Untuk mencapai laba tersebut, perseroan melakukan pemasaran baru sebesar Rp 2,6 triliun, yang mana sebesar Rp 2,27 triliun atau setara dengan 87,3% adalah saldo pemasaran hingga akhir 2019. Dengan begitu, target pemasaran tahun 2020 hanya sebesar Rp 821 miliar. Meski demikian, anak usaha PT PP Tbk (PTPP) optimistis marketing sales tahun ini bisa mencapai Rp 3,8 triliun.

Untuk mencapai target marketing sales tersebut, manajemen perseroan telah menyiapkan beberapa strategi, seperti mempercepat pemasaran apartemen, mempercepat penyelesaian pembangunan apartemen, menambah produk landed house, serta mempercepat proses serah terima unit. 

Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 877 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai tujuh proyek baru tahun ini. Tujuh proyek baru tersebut adalah Transyogi Cibubur, Sinduadi Jogja, Pietra Surabaya, Apartemen PP Square, Rancasari Bandung, landed house di Cengkareng, dan apartemen mahasiswa di Makassar.

Potensi Emisi

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) meyakini penerbitan obligasi oleh BUMN bakal lebih marak pada 2020. Hal tersebut seiring dengan ekspektasi penurunan suku bunga acuan yang akan terjadi kembali.

Sebelumnya, Kepala Divisi Pemeringkatan Pefindo Hendro Utomo mengatakan, pihaknya memperkirakan penerbitan obligasi korporasi pada 2020 mencapai Rp 158,5 triliun. Proyeksi jumlah tersebut didorong oleh kecenderungan suku bunga yang akan turun satu kali lagi.

“Surat utang korporasi bisa tumbuh 10-15% menjadi Rp 158,5 triliun. Dengan estimasi akan terjadi kemungkinan penurunan suku acuan bunga sebanyak dua kali yang terjadi pada 2020 dan 2021,” papar Hendro.

Hendro menambahkan, ekspektasi jumlah penerbitan tersebut dikontribusi oleh kebutuhan refinancing utang perusahaan. Hal itu juga akan didorong oleh jumlah surat utang yang jatuh tempo pada 2020 sebesar Rp 132,1 triliun, khususnya bagi perusahaan yang memiliki kecenderungan melakukan refinancing utang. Penerbitan obligasi korporasi pada 2020 secara industri akan didominasi oleh sektor perusahaan pembiayaan dan perbankan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN