Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Putra Mahkota Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman ( Foto: Reuters File Photo )

Putra Mahkota Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman ( Foto: Reuters File Photo )

Arab Saudi Targetkan Emisi Nol Karbon pada 2060

Senin, 25 Oktober 2021 | 06:51 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

RIYADH, investor.id – Eksportir utama minyak mentah, Arab Saudi akan menargetkan pencapaian emisi nol karbon bersih pada 2060. Demikian disampaikan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman pada Sabtu (23/10), beberapa hari menjelang pelaksanaan konferensi tingkat tinggi (KTT) iklim global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-26 atau “26th UN Climate Change Conference of the Parties” (COP26).

“Hari ini saya mengumumkan target Arab Saudi untuk mencapai emisi nol bersih pada 2060. Saya senang meluncurkan inisiatif di sektor energi yang akan mengurangi emisi karbon sebesar 278 juta ton per tahun pada 2030, sehingga secara sukarela lebih dari dua kali lipat dari target yang diumumkan. Kami juga mengumumkan pencapaian kerajaan untuk Ikrar Metana Global (Global Methane Pledge),” ujar Pangeran Mohammed dalam forum “Saudi Green Initiative”, yang dilansir AFP.

Otoritas Kerajaan Saudi juga mengatakan bakal bergabung dengan upaya-upaya global untuk mengurangi emisi metana hingga 30% pada 2030. Ini mengingat Saudi, sebagai salah satu negara pencemar terbesar di dunia.

Menurut PBB ada lebih dari 130 negara yang telah menetapkan atau sedang mempertimbangkan target pengurangan emisi gas rumah kaca menjadi nihil pada 2050. Target ini dipandang penting untuk dicapai demi menjaga iklim Bumi yang layak huni.

Dalam pernyataan Arab Saudi, pihaknya akan beradaptasi guna berkontribusi mengurangi emisi metana global sebesar 30% pada 2030, sebagai bagian dari komitmennya untuk memberikan masa depan yang lebih bersih dan lebih hijau.

“Target 2060 bakal memungkinkan kita untuk memiliki transisi yang mulus dan layak, tanpa mempertaruhkan dampak ekonomi atau sosial,” kata Menteri Energi Pangeran Abdulaziz bin Salman.

Pengumuman itu pun mendapat sambutan baik dari Presiden COP26 Alok Sharma. “Saya harap pengumuman penting ini akan menggembleng ambisi dari orang lain menjelang #COP26,” cuit Sharma, seraya menambahkan bahwa ia menantikan rincian lebih lanjut tentang rencana Saudi tersebut.

Target Aramco 2050

Di sisi lain, tidak lama setelah pengumuman yang disampaikan Pangeran Mohammed. Raksasa perusahaan energi Saudi, Aramco menyampaikan komitmennya untuk menjadi perusahaan nol bersih pada 2050.

“Aramco Saudi akan mencapai ambisi untuk menjadi nol bersih terhadap operasi kami pada 2050. Kami memahami bahwa jalannya akan rumit, transisi akan memiliki tantangannya sendiri, tetapi kami yakin kami dapat memenuhinya dan mempercepat upaya kami menuju masa depan rendah emisi,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Aramco, Amin Nasser di forum tersebut.

Arab Saudi diperkirakan melepaskan sekitar 600 juta ton karbon dioksida per tahun atau lebih banyak dari Prancis dan sedikit lebih sedikit dari Jerman. Oleh karenanya, tahun 2050 telah menjadi fokus netralitas karbon yang didefinisikan sebagai pencapaian keseimbangan antara emisi karbon dan penyerapan karbon dari atmosfer.

Seiring pelaksanaan COP26 yang kian dekat, serangkaian negara telah berjanji untuk mencapai nol emisi bersih pada 2050. Maskapai-maskapai penerbangan dan bank global juga menargetkan tujuan abad pertengahan.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres mengatakan pada Jumat (22/10) bahwa situasi iklim saat ini merupakan hasil tindakan-tindakan menuju bencana Ia jug menekankan perlunya menghindari kegagalan dari kegiatan COP26 di Glasgow, Skotlandia, yang diadakan antara 31 Oktober dan 12 November. Pertemuan ini dipandang sebagai langkah penting dalam menetapkan target emisi di seluruh dunia untuk memperlambat pemanasan global.

Gerakan Tanam Pohon

Pada Maret, Arab Saudi meluncurkan kampanye untuk mengatasi perubahan iklim dan mengurangi emisi karbon, termasuk rencana menanam miliaran pohon dalam beberapa dekade mendatang.

“Anggota penting OPEC bertujuan mengurangi emisi dengan menghasilkan setengah dari energinya dari energi terbarukan pada 2030,” ungkap Pangeran Mohammed saat itu.

Pangeran Mohammed mengumumkan pada Sabtu, bahwa fase pertama akan mencakup penanaman lebih dari 450 juta pohon dan rehabilitasi delapan juta hektar (hampir 20 juta hektar) lahan terdegradasi. Pemerintah Arab Saudi juga menyatakan bakal menetapkan kawasan lindung yang baru.

“Langkah tersebut membawa total kawasan lindung di kerajaan menjadi lebih dari 30 persen dari total luasnya,” kata Pangeran Mohammed, seraya menambahkan rangkaian inisiatif hijau pertama akan menelan biaya lebih dari 700 miliar riyal (US$ 186,6 miliar).

Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat (AS), Putri Reema binti Bandar al-Saud, mengatakan bahwa tindakan konservasi lahan merupakan hal penting. “Kami ingin mendiversifikasi ekonomi kami. Perhotelan dan pariwisata adalah kunci untuk itu, tetapi juga melestarikan lingkungan kami,” ujarnya dalam forum.

Sebagai informasi, saat ini Arab Saudi menggunakan minyak bumi dan gas alam untuk memenuhi permintaan listriknya yang mengalami pertumbuhan cepat dan menghilangkan kandungan garam pada persediaan air- yang mana mengonsumsi minyak dalam jumlah besar.

Inisiatif tersebut muncul ketika Aramco dihadapkan pada pengawasan atas emisinya dari para investor. Tercatat pada Januari, Bloomberg News melaporkan bahwa Aramco telah mengecualikan emisi yang dihasilkan dari banyak kilang dan pabrik petrokimia dalam pengungkapan karbon secara keseluruhan kepada investor.

Laporan menyebutkan, jika fasilitas tersebut dimasukkan maka jejak karbon yang dilaporkan oleh perusahaan bisa mencapai hampir dua kali lipat. Penambahan sebanyak 55 juta ton karbon dioksida ini setara dengan hitungan tahunannya – yakni rerata dengan emisi yang dihasilkan oleh Portugal.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN