Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Rabu (20/1).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Rabu (20/1).

10 Tahun Terakhir, Kontribusi BUMN ke Penerimaan Negara Capai Rp 3.295 Triliun

Kamis, 8 Juli 2021 | 14:04 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, invetor.id

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan, selama kurun 10 tahun terakhir, total kontribusi perusahaan plat merah ke pundi penerimaan negara mencapai Rp 3.295 triliun baik dalam wujud dividen, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) lainnya, dan pajak.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir  mengatakan, saat ini Kementerian BUMN tengah berupaya keras untuk meningkatkan kontribusi penerimaan negara dari BUMN, meski tekanan pandemi covid-19 belum mereda.

"Kalau kita lihat 10 tahun terakhir, angkanya Rp 3.295 triliun," ujar Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI secara daring, Kamis (8/7).

Ia merincin, setoran dalam 10 tahun terakhir tersebut meliputi penerimaan pajak sebesar Rp 1.872 triliun (54%), dividen Rp 388 triliun (11%), dan PNBP lainnya Rp 1.035 triliun (30%).

Kontribusi BUMN kepada negara yang besar, kata Erick, justru berbanding terbalik dengan realisasi penyertaan modal negara (PMN) yang diberikan pemerintah hanya mencapai 4%. "Kalau kita bandingkan dengan PMN adalah 4% atau Rp 147 triliun," jelas dia.

Oleh karena itu, untuk tahun 2020 hingga 2024, PMN dan pendapatan direncanakan akan seimbang, sebab semakin banyak pekerjaan yang digarap oleh BUMN.

"Sekarang kok deviden dan PMN-nya seimbang. Memang banyak penugasan BUMN yang selama ini dilihat sangat penting," tandas dia.

Untuk tahun ini, Erick menargetkan adanya peningkatan dividen menjadi Rp 30 triliun hingga Rp 35 triliun. Sementara tahun lalu, dividen BUMN tercatat mencapai Rp 26 triliun.

"Dan kami berupaya sekuat tenaga di kondisi Covid-19 ini, kami akan memberi dividen yang sama pada tahun berikutnya, yaitu Rp 40 triliun. Tentu ini tidak mudah, di mana 90% BUMN terdampak dari hal-hal yang tadi dibicarakan," kata Erick.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN