Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

KEK Terintegrasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Senin, 10 Agustus 2015 | 08:42 WIB
ah (redaksi@investor.id)

SERANG-Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan pengembangan kawasan industri yang terintegrasi dengan industri kecil daerah diharapkan dapat memberi dampak nyata terhadap pengembangan ekonomi masyarakat setempat.

"Pengembangan ekonomi masyarakat bisa terjadi karena terhubung dengan pusat rantai pasok industri kecil setempat, tidak hanya terhubung dengan terintegrasi dengan pelabuhan, pembangkit listrik, jalur logistik kereta api, atau pengolahan air limbah," kata dia dalam keterangan tertulis, akhir pekan lalu.

Menurut dia konsep kawasan industri semacam ini dapat menjadi ’role model’ untuk pengembangan kawasan industri lainnya. Poin penting lainnya adalah keterhubungan dengan pusat rantai pasokan industri kecil setempat. Hal tersebut menunjukkan dampak nyata keberadaan investasi di kawasan industri dalam menggerakkan perekonomian setempat.

Franky, dalam kunjungan kerja ke Kawasan Industri Terpadu Wilmar Serang, Banten, menilai keberadaan kawasan industri terpadu itu cukup strategis dalam rangka peningkatan efisiensi produksi dan logistik sehingga dapat meningkatkan daya saing produk manufaktur nasional bersaing di pasar ekspor.

Kawasan itu saat ini sudah memasuki tahap konstruksi pembangunan pelabuhan dan rencananya akan menghubungkan kawasan industri tersebut dengan industri kecil yang ada di wilayah Serang, Banten.

 "Kawasan industri terpadu ini dapat menjadi hub, karena posisinya cukup dekat dengan Serang, Merak maupun Jakarta. Sehingga akses keluar masuk barang dapat lebih mudah," katanya.

Franky menambahkan, pemerintah memang mendorong pengembangan investasi di kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus. Pemerintah saat ini sedang menyiapkan berbagai insentif fiskal berbasis kawasan untuk mendorong pengembangan investasi di kawasan industri atau kawasan ekonomi khusus.

Menurut Franky, saat ini pemerintah sedang merampungkan aturan pelaksanaan untuk insentif bagi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas (KPBPB), kawasan industri, serta kawasan lainnya seperti Kawasan Berikat (KB) dan Kawasan Industri Tujuan Ekspor (KITE).

Berbagai insentif ini melengkapi insentif fiskal lainnya yang sudah disiapkan pemerintah yaitu "tax holiday" dan "tax allowance". "Pemerintah memang sudah merencanakan pengembangan pusat ekonomi baru, baik kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus. Kami juga memprioritaskan pengembangan investasi di kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus dalam kegiatan pemasaran investasi, baik di dalam maupun luar negeri," katanya.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 - 2019, pemerintah merencanakan pembangunan 14 kawasan industri selama lima tahun.

Sementara untuk kawasan ekonomi khusus (KEK), pemerintah merencanakan pengembangan 17 KEK baru, 10 di antaranya adalah KEK Pariwisata.(*/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN