Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Daya Beli Masyarakat Naik

Kamis, 7 Februari 2019 | 13:21 WIB
Oleh Arnoldus Kristianus dan Triyan Pangastuti

Secara terpisah, Deputi III Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis Kantor Staf Presiden (KSP) Denni Puspa Purbasari mengungkapkan, kinerja perekonomian nasional pada 2018 meningkat.

“Konsumsi tumbuh 5,05%, naik dibandingkan 2017 yang hanya tumbuh 4,95%. Artinya, daya beli masyarakat secara umum meningkat. Pertumbuhan investasi juga lebih tinggi, dari 6,15% pada 2017 menjadi 6,67% pada 2018,” ujar dia.

Dia menambahkan, pada saat yang sama, pertumbuhan belanja pemerintah bisa mengimbangi dampak menurunnya pertumbuhan ekspor akibat ketidakpastian global.

“Prospek pertumbuhan ekonomi ke depan lebih kuat lagi, karena sifat investasi yang mengungkit pertumbuhan ke depan. Peran belanja pemerintah juga naik, dari semula tumbuh 2,14% pada 2017 menjadi 4,8% pada 2018 ini,” ucap Denni kepada Investor Daily.

Dengan pertumbuhan PDB sebesar 5,17% saat perekonomian dunia begejolak, menurut Denni, pemerintah optimistis pertumbuhan PDB 2019 bisa mencapai 5,3% seperti dalam asumsi APBN.

Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada semester I tahun ini bakal terdorong belanja pemilu serta Ramadan dan Idulfitri. Sedangkan pada semester II akan didorong belanja swasta dan pemerintah.

“Di atas itu semua, pembangunan infrastruktur juga pasti makin membawa hasil berupa peningkatan kegiatan ekonomi lokal,” tegas dia.

Denni Puspa Purbasari mencontohkan, di sisi investasi, penerapan Online Single Submission (OSS) bisa mengungkit investasi, khususnya penanaman modal dalam negeri (PMDN). Sedangkan naiknya gaji pegawai negeri sipil (PNS) dan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) bisa mengungkit belanja masyarakat.

Untuk tahun 2019, kata dia, sektor konsumsi rumah tangga masih akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Ini bukan hal buruk, mengingat konsumsi berhubungan dengan kesejahteraan rumah tangga. Sumber pertumbuhan kedua adalah investasi karena sumbangan investasi terhadap PDB mencapai 32% atau terbesar kedua.

“Konsumsi juga tidak hanya soal makanan atau hal-hal yang konsumtif. Sebab, definisi konsumsi itu kan termasuk pengeluaran pendidikan, kesehatan, perumahan, transportasi, komunikasi, hingga rekreasi,“ tandas dia. (ant/ns/az)


 

Baca selanjutnya di https://id.beritasatu.com/home/tahun-ini-ekonomi-diprediski-naik-53/185193

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN