Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu industri TPT. Foto ilustrasi: Joanito de Saojoao

Salah satu industri TPT. Foto ilustrasi: Joanito de Saojoao

Genjot Ekspor TPT, Kemendag Perbanyak FTA

Rabu, 17 Juli 2019 | 19:11 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan, Kemendag terus berupaya menyelesaikan berbagai macam perjanjian dagang bebas (free trade agreement/FTA) untuk mendongkrak ekspor produk industri, salah satunya TPT. Selain itu, penambahan perjanjian dagang untuk memenuhi aspirasi dunia usaha.

Perjanjian dagang, kata dia, bertujuan membuka akses pasar ekspor, sehingga menambah daya saing produk industri. Dengan perjanjian dagang, produk industri Indonesia akan mendapatkan tarif bea masuk (BM) impor rendah. Alhasil, daya saing bakal terkerek.

Sejauh ini, kata Oke, Kemendag sudah merampungkan perjanjian dagang, seperti Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA), Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Ke depan, ada beberapa perjanjian yang masih dibahas dan diharapkan rampung secepat mungkin, seperti Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA), kemudian menyelesaikan General Review Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (GR-IJEPA).

Satu lagi perjanjian dagang yang paling ditunggu dan dinantikan, kata dia, adalah Indonesia-European Union CEPA (IEU-CEPA). Saat ini, IEU-CEPA masih terus dibahas, karena tidak mudah dan banyak isu yang dibicarakan terkait investasi dan perdagangan. "Semuanya berharap IEU-CEPA bisa rampung tahun depan dan semoga bisa terealisasi," ujar dia kepada Investor Daily di Jakarta.

Jika IEU-CEPA rampung, dia menuturkan, industri yang paling merasakan dampaknya adalah TPT. Maka sangat wajar jika pelaku industri tekstil mendesak agar pemerintah segera menyelesaikan IEU-CEPA. Akan tetapi, dia menilai, pembahasan IUE-CEPA butuh waktu dan tidak bisa tergesa gesa.

Dengan IUE-CEPA, ekspor nonmigas Indonesia ke Uni Eropa (UE) diprediksi bisa naik hingga 100% menembus US$ 32 miliar per tahun, dibandingkan posisi 2017 sebesar US$ 16 miliar. Dengan meneken IUE-CEPA, produk manufaktur Indonesia bakal mendapatkan keringanan tarif bea masuk (BM) saat masuk UE. Sebagai ilustrasi, ekspor alas kaki ke UE dikenakan tarif BM 11-14%, sedangkan TPT 10-17%. Selain tekstil dan alas kaki, produk yang diuntungkan IUE-CEPA adalah minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) serta makanan dan minuman (mamin) olahan.

 

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN