Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menko Perekonomian Darmin Nasuton saat membuka secara resmi pelaksanaan Jakarta Fair Kemayoran 2019 di panggung utama, Rabu (29/5/19). Foto: IST

Menko Perekonomian Darmin Nasuton saat membuka secara resmi pelaksanaan Jakarta Fair Kemayoran 2019 di panggung utama, Rabu (29/5/19). Foto: IST

Darmin Minta Pemda Melakukan Inovasi dalam Pengendalian Inflasi

Minggu, 28 Juli 2019 | 13:50 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, invstor,id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang juga selaku Ketua Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) meminta pemerintah daerah (pemda) untuk dapat melakukan inovasi dalam pengendalian inflasi serta mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur yang telah dibangun.

Karena itu, Darmin menegaskan akan terus melanjutkan strategi 4 K yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif untuk menjaga capaian inflasi pada 2019. Saat ini sebanyak 542 TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) sudah tersebar di seluruh provinsi dan kabupaten/kota.

Dia menyebut, yang perlu dibangun di daerah adalah jalan provinsi, kabupaten/kota yang terkoneksi ke jalan tol sehingga pusat pendukung produksi terhubung langsung ke pasar tujuan.

“Kemudian untuk pembangunan pasar-pasar pengumpul atau lapangan pengumpul, penyediaan transportasi barang, pemanfaatan platform e-commerce dan sistem pergudangan berbasis IT adalah merupakan upaya-upaya penting yang akan mampu mendukung kelancaran dan efisiensi distribusi serta ketersediaan pasokan,” jelas dia dalam Rakornas Pengendalian Inflasi 2019, di Jakarta, baru baru ini.

Dengan langkah-langkah tersebut, Damin optimistis pencapaian angka inflasi yang sudah rendah dalam kurun waktu empat tahun terakhir terjaga sedikit di atas 3%. Bandingkan pencapaian laju inflasi 2018 sebesar 3,13% yoy dan inflasi Juni 2019 sebesar 3,28% yoy. “Hasil pencapaian tersebut masih dalam rentang sasaran nasional sebesar 3,5% dengan deviasi 1%,” jelasnya.

Disamping itu, jika dilihat dari sisi komponen pembentukannya, inflasi masih dipengaruhi oleh inflasi harga barang-barang yang bergejolak terutama pangan, yang pada 2018 sebesar 3,39% yoy dan Juni 2019 sedikit mengalami peningkatan menjadi 4,91% yoy. Sementara itu, inflasi inti masih terjaga dengan laju sebesar 3,07% pada 2018 dan 3,25% yoy pada Juni 2019.

Sebaliknya inflasi harga yang diatur pemerintah atau administered prices menunjukkan penurunan yang signifikan dari 3,36% pada 2018 menjadi 1,89% yoy pada Juni 2019, meski secara keseluruhan inflasi 2018 masih terjaga.

Meskipun secara keseluruhan inflasi pada tahun lalu terjaga, namun ia menyebut bahwa masih ada beberapa daerah yang realisasi inflasinya di luar atau di atas sasaran inflasi nasional.

Untuk tingkat provinsi terdapat 5 provinsi berada di atas sasaran, sementara untuk tingkat kabupaten kota terdapat 8 kabupaten kota yang berada di atas sasaran.

“Terjaganya realisasi inflasi pada 2018 tentu tidak terlepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Bank Indonesia (BI) melalui implementasi strategi 4K,” jelasnya.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com