Menu
Sign in
@ Contact
Search
Mendag Enggartiasto Lukita menyampaikan keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Persiapan Dubai Expo 2020 di Kantor Presiden, Selasa (13/8) siang. (Foto: Setkab RI)

Mendag Enggartiasto Lukita menyampaikan keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Persiapan Dubai Expo 2020 di Kantor Presiden, Selasa (13/8) siang. (Foto: Setkab RI)

Mendag Sampaikan Nota Keberatan ke Uni Eropa

Kamis, 15 Agustus 2019 | 07:00 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

TANGERANG, Investor.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita akan menyampaikan nota keberatan kepada Uni Eropa (UE) terkait pemberlakuan bea masuk imbalan sementara (countervailing duties) atas produk biodiesel Indonesia sebesar 8-18%. Uni Eropa sudah memberlakukan tambahan tarif bea masuk (BM) ini pada 14 Agustus 2019 dan banyak diprotes oleh kalangan pengusaha Indonesia.

“Kami akan sampaikan nota keberatan dalam waktu lima hari untuk membalas tindakan Uni Eropa kepada Indonesia,” kata Mendag ketika ditemui dalam acara pembukaan Indonesia Great Sale di Tangcity Mall, Tangerang, Rabu (14/8).

Dia mengungkapkan, pengajuan nota keberatan sudah dianggap sebagai pelajaran bagi Uni Eropa untuk lebih berhati-hati dalam memutuskan kebijakan yang berkaitan dengan perdagangan dengan Indonesia. Dia berharap, Uni Eropa bisa merespon nota keberatan tersebut dan mengkaji ulang keputusannya.

Dia melanjutkan, langkah lain yang dilakukan setelah menyampaikan nota keberatan adalah mengajak importir produk olahan susu Eropa untuk mencari sumber lain seperti Amerika Serikat atau Selandia Baru.

Mendag juga berencana mengenakan BM untuk produk susu dari UE sebanyak 20-25% sebagai tindakan balasan (retaliasi) atas countervailing duties terhadap produk biodiesel Indonesia. Enggar telah bertemu dengan pihak UE dan memperingatkan mereka bahwa tindakan yang dilakukan untuk produk sawit dan turunannya dari Indonesia harus didasarkan pada parameter yang adil.

"Kalau parameternya tidak adil, ini adalah langkah menuju proteksionisme dan perang dagang. Dan kami tidak akan tinggal diam untuk perlakuan yang tidak adil tersebut," kata dia.

Berdasarkan keterangan Komisi UE, mereka menganggap biodiesel Indonesia mendapatkan subsidi dari pemerintah. Dalam pandangan mereka, kebijakan countervailing duties akan menciptakan level bermain yang sama antara pemain biodiesel Indonesia dan Eropa.

Komisi ini akan melanjutkan penyelidikan terhadap biodiesel Indonesia. “Ada kemungkinan BM imbalan sementara akan menjadi BM permanen. Keputusan ini akan keluar pertengahan Desember 2019,” tulis Komisi UE.

Dari data Komisi UE, pangsa pasar biodiesel Indonesia melonjak menjadi 3,3% atau sebesar 516,08 juta ton per September 2018. Adapun pada periode sama 2017 dan 2016, pangsa pasar biodiesel Indonesia masing-masing hanya 0,2% dan 0,3%.

Tarif BM 8-18% menyasar beberapa produsen utama biodiesel Indonesia. Perinciannya, PT Caliandra Perkasa kena tarif BM 8%, Wilmar Group 15,7%, Musim Mas Group 16,3%, Permata Group dan eksportir lainnya 18%.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com