Menu
Sign in
@ Contact
Search
Petani di kebun sawit. Foto ilustrasi: Gora Kunjana

Petani di kebun sawit. Foto ilustrasi: Gora Kunjana

Pemerintah: Upaya Sustainability Bukan Karena Tekanan Luar

Selasa, 27 Agustus 2019 | 15:51 WIB
Damiana Simanjuntak (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id --Asisten Deputi Perkebunan dan Holtikultura Kemenko Perekonomian Wilistra Danny mengatakan, upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan keberlanjutan lestari (sustainability) sawit bukan karena tekanan pihak luar atau pasar. Namun, demi kepentingan Indonesia sendiri. Karena sawit merupakan komoditas penopang ekonomi Indonesia.

Hanya saja, lanjut Wilistra, upaya yang dilakukan pemerintah sejalan dengan perkembangan di negara-negara lain, seperti di kawasan Uni Eropa (UE). Yang tengah menggiatkan kampanye dan program-program perlindungan lingkungan dan sustainability. Dimana, lanjut dia, UE juga merupakan salah satu pasar tujuan ekspor minyak sawit Indonesia.

"Dengan atau tanpa mereka (negara-negara dan pasar internasional), kita harus melakukan perbaikan sustainability sawit. Karena memang itu kita perlukan," kata Wilistra usai acara Penyerahan Sertifikat ISPO dan Konferensi Auditor ISPO di Jakarta, Selasa (27/8).

Hanya saja, lanjut dia, UE selama ini memang dianggap sebagai trendsetter. Sehingga setiap langkah UE terkait sawit memang perlu diantisipasi. Diantaranya, dengan penerapan kebijakan-kebijakan mendorong perlindungan lingkungan, serta mewajibkan ISPO.

Yang terbaru, lanjut Wilistra, parlemen UE tengah mempersiapkan stepping up action to conserve worlds forest (langkah aksi melestarikan hutan dunia) dan ditargetkan terealisasi pada tahun 2050. Langkah itu, kata dia, dilakukan karena UE melihat RED II dan deregulated act-nya tidak signifikan mendorong perlindungan dan pelestarian hutan tropis.

"Kami mendapat informasi itu berdasarkan monitor Kedubes kita di Eropa. Ada perkembangan itu di parlemen UE. Dimana, stepping up action itu bakal diperluas tidak hanya sawit, tapi juga komoditas lain yang bakal berdampak ke Indonesia juga. Seperti gula, coklat, bahkan daging yang kita belum tahu apa alasannya. Juga, soybean. Mereka ingin bisa dibuktikan bahwa komoditas tropis adalah produk yang sustainable," kata Wilistra.

Menanggapi hal itu, lanjut dia, Indonesia telah banyak melakukan upaya-upaya pemenuhan syarat keberlanjutan secara mandiri. Salah satu upaya meningkatkan sustainability sawit nasional, dengan penerapan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Selain itu, masih kata Wilistra, setidaknya ada 7 kebijakan yang mengatur dan menyinggung sektor kelapa sawit nasional. Seperti Inspres moratorium sawit, kebijakan One Map, juga kebijakan terkait biodiesel. Serta, dua kebijakan lain, yakni Peraturan Presiden (Perpres) penguatan ISPO dan Instruksi Presiden (Inpres) rencana aksi sawit berkelanjutan, yang dijadwalkan terbit sebelum pergantian kabinet baru.

"Apa yang sudah kita lakukan selama ini, adalah sebagai upaya meningkatkan keberlanjutan. Sekaligus, sebagai respon kita atas tudingan yang selama ini menyalahkan sawit sebagai makanan tidak sehat, sumber deforestasi dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta penurunam biodiveristy (keanekaragaman hayati). Jadi, tidak ada masalah," kata Wilistra.

Saat ini, kata Wilistra, draft Perpres penguatan ISPO tengah ada di Kemenko Perekonomian. Pasalnya, draft yang sebelumnya sudha masuk harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM itu dikembalikan untuk penyamaan pemahaman dengan Kementerian Pertanian (Kementan).

"Tapi, kami sudah rapatkan di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian kemarin. Kami akan segera kirimkan ke Kementerian Hukum dan HAM untuk proses harmonisasi, selanjutnya akan diserahkan ke Sekretariat Kabinet, kalau sudah selesai bisa masuk ke Presiden. Tapi, yang jelas kita sudah memiliki common interest, common understanding bahwa tidak ada kata lain. Kalau ingin sawit tetap sebagai komoditas penopang pembangunan ekonomi nasional yang signifikan, harus sustainable," kata Wilistra.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com