Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Uni Emirat Arab. Foto: zncc.co.zv

Uni Emirat Arab. Foto: zncc.co.zv

Indonesia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Negara Teluk

Kamis, 29 Agustus 2019 | 10:39 WIB
Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

JAKARTA - Indonesia dan Dewan Kerja Sama Negara-negara Arab Teluk (Gulf Cooperation Council of the Arab States/GCC) telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) mengenai Mekanisme Konsultasi antara Pemerintah RI dan Sekretariat GCC di Jakarta, pada 28 Agustus 2019. Penandatangan MoU yang juga disaksikan oleh 6 Duta Besar Negara Teluk menjadi salah satu agenda utama kunjungan kerja Sekretaris Jenderal GCC di Jakarta pada 27–30 Agustus 2019.

"Penandatangan kesepakatan pembentukan mekanisme konsultasi Indonesia dan negara-negara Teluk ini menandai era baru kemitraan Indonesia dan Negara Teluk,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi Rabu (28/8).

Konsultasi tahunan Tingkat Tinggi antara Indonesia dan Negara Teluk merupakan forum tahunan dialog strategis antara Indonesia dan Negara Teluk. Mekanisme ini sebagai implementasi komitmen serta untuk memperkokoh kemitraan Indonesia dan Negara Teluk yang disepakati tahun 2015.

Forum ini akan menjadi wadah konsultasi Indonesia dan negara Teluk untuk membahas secara regular berbagai perkembangan kerja sama ekonomi dan juga membahas perkembangan stabilitas dan keamanan di Kawasan. “Stabilitas dan keamanan kawasan Teluk dan Timur Tengah adalah bagian dari kepentingan nasional Indonesia,” ungkap Retno.

Kemitraan Indonesia dan Negara Teluk terus berkembang. Dalam 2 tahun terakhir misalnya, terjadi peningkatan perdagangan Indonesia dan negara teluk sebesar 40% dari US$ 8,68 miliar pada 2016 menjadi US$ 12,15 miliar pada 2018. Di saat yang sama, total investasi negara Teluk di Indonesia meningkat 26% dari US$ 60,3 juta pada 2016 menjadi US$ 76,1 juta pada 2018.

“Meskipun terjadi peningkatan kerja sama ekonomi, masih terdapat ruang yang besar untuk meningkatkan kerja sama Indonesia dan Negara Teluk untuk kesejahteraan rakyat kedua negara,” sebut Retno.

Dalam kesempatan tersebut, Menlu RI membahas kemungkinan pembentukan pengaturan kerangka kemitraan ekonomi Indonesia-GCC termasuk menjajagi kemungkinan FTA dengan GCC. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan akses perdagangan, penurunan hambatan kerja sama ekonomi, dan pada akhirnya dapat mendorong peningkatan investasi langsung negara-negara Teluk di Indonesia. “Fokus Indonesia dan Negara Teluk adalah memperkuat kerja sama ekonomi yang langsung berdampak bagi kesejahteraan rakyat,” tekan Retno.

Delegasi Sekretariat GCC juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan BKPM dan Kementerian Perdagangan pada 29 Agustus 2019, untuk membahas sejumlah rencana aktivitas kerja sama yang untuk disepakati dalam sebuah Joint Plan of Action (JPoA) antara Indonesia dan GCC. JPoA tersebut akan melengkapi MoU yang telah ditandatangani dengan aspek-aspek kerja sama konkrit yang diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia dan negara-negara GCC.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN