Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Triawan Munaf.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Triawan Munaf.

48 Ribu Pelaku Ekonomi Kreatif Terdaftar di Bisma Bekraf

Kamis, 29 Agustus 2019 | 15:23 WIB
Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

JAKARTA - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mencatat sedikitnya 48.593 pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia sudah terdaftar di platform Bisma (Bekraf Information System in Mobile Application), hingga Agustus 2019.

"Bisma dibangun dengan tujuan mendukung kepentingan pemerintah memperoleh data mikro ekonomi kreatif untuk menunjang perkembangan ekonomi kreatif nasional," kata Direktur Riset dan Pengembangan Bekraf Wawan Rusiawan saat BIGGER di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (29/8).

Advertisement

Dengan Bisma, kata dia, maka seluruh data pelaku ekonomi kreatif dapat dijadikan acuan untuk menyusun berbagai program maupun kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif.

Namun, jumlah pelaku ekonomi kreatif yang terdata dalam Bisma masih lebih kecil dibanding data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencacat terdapat 8,2 juta jumlah usaha ekonomi kreatif yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di Kepulauan Riau sendiri terdapat 34.562 jumlah pelaku usaha, namun baru 548 jumlah usaha kreatif yang mendaftar melalui platform Bisma, dan lebih dari 400-nya berlokasi di Kota Batam.

"Untuk itu Bekraf menilai perlunya mendata secara rinci pelaku ekonomi kreatif dan usaha yang digeluti melalui sebuah platform khusus sehingga pelaku ekonomi kreatif nasional bisa dipetakan secara mikro," kata dia.

Bekraf menyelenggarakan rangkaian kegiatan BIGGER (BISMA Goes To Get Member) di Batam, yang merupakan kota ke tujuh setelah Bogor, Malang, Palembang, Padang, Banyuwangi, dan Mataram. BIGGER merupakan program sosialisasi platform Bisma.

Selain untuk pendataan, Bisma menjadi sumber informasi dan agenda terkini seputar kegiatan ekonomi kreatif yang difasilitasi oleh Bekraf. Bisma juga menyediakan etalase untuk memperkenalkan produk-produk ekonomi kreatif.

"Be Supported di mana pelaku kreatif yang terdaftar menjadi prioritas utama memperoleh dukungan dan bantuan investasi bagi pelaku ekonomi kreatif," kata dia.

Kemudian, Be Integrated, usaha pelaku ekonomi kreatif terintegrasi dalam basis data Bekraf, sekaligus terhubung dengan jejaring investor usaha kreatif di Indonesia.

"Keuntungan lainnya adalah Be Engaged di mana pelaku kreatif dapat terlibat langsung memberikan masukan melalui kuesioner online di BISMA untuk menyusun kebijakan yang terkait dengan pengembangan ekonomi kreatif nasional," kata dia.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN