Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kadin Indonesia saat Musyawarah Provinsi (Muprov) VIII Kadin Provinsi Maluku dan Forum Bisnis dan Investasi dengan tema Optimalisasi Peran Kadin sebagai Mitra Strategis Pemerintah dalam Mendorong Akselerasi Pembangunan di Daerah, di Kota Ambon, Maluku, Jumat (25/10).

Kadin Indonesia saat Musyawarah Provinsi (Muprov) VIII Kadin Provinsi Maluku dan Forum Bisnis dan Investasi dengan tema Optimalisasi Peran Kadin sebagai Mitra Strategis Pemerintah dalam Mendorong Akselerasi Pembangunan di Daerah, di Kota Ambon, Maluku, Jumat (25/10).

ENAM KEK PARIWISATA BUTUH INVESTASI RP 200 TRILIUN

James Riady Imbau Pengusaha Lebih Berani Investasi

Sabtu, 26 Oktober 2019 | 18:49 WIB
Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id) ,Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  -- Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia James Riady mengimbau pengusaha agar lebih berani berinvestasi. Jangan takut modal, karena modal pengusaha adalah berani berpikir dan mengambil risiko sebagai mesin penggerak usaha.

James Riady mengatakan hal itu saat menjadi pembicara dalam Musyawarah Provinsi (Muprov) Ke-8 Kadin Provinsi Maluku dan Forum Bisnis dan Investasi dengan tema “Optimalisasi Peran Kadin sebagai Mitra Strategis Pemerintah dalam Mendorong Akselerasi Pembangunan di Daerah,” di Ambon, Maluku, Jumat (25/10).

Acara tersebut juga dihadiri Gubernur Maluku Murad Ismal, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani, dan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.

James memberikan pesan optimism bagi pengusaha di Maluku dan Indonesia agar senantiasi berani mengambil keputusan untuk berinvestasi di Maluku. “Pengusaha jangan takut terhadap modal, karena sesungguhnya modal pengusaha adalah keberanian. Pengusaha yang sukses adalah pengusaha yang berani berpikir, dan berani mengambil risiko. Karena berani investasi maka di situ kita ciptakan kemakmuran dalam menunjang pembangunan di negeri sendiri,” ujar dia.

Investasi, lanjut James, akan mampu membuka ruang kemakmuran bagi masyarakat dan memutuskan mata rantai kemiskinan di negeri ini.

Enam kawasan ekonomi khusus (KEK)
Enam kawasan ekonomi khusus (KEK)

Pada kesempatan tersebut, CEO Lippo Group itu juga mengungkapkan bahwa Kadin siap berinvestasi di Maluku dan mengajak semua pengusaha di Indonesia agar berinvestasi di Maluku.

Dia meyakini jika investor yang datang ke Maluku pasti akan jatuh cinta pada potensi Maluku terutama hasil laut. “Para investor tidak akan kecewa dengan potensi yang dimiliki Maluku, yang kaya akan hasil rempah dan memiliki potensi perikanan dan kelautan, serta potensi pariwisata terbaik di dunia,” katanya.

James pun berharap Pemprov Maluku terus mengajak para pengusaha nasional maupun lokal mau datang ke Maluku untuk berinvestasi. “Provinsi Maluku harus kerja sama dengan pengusaha. Banyaknya investasi yang masuk maka pembangunan infrastruktur di Maluku akan semakin maju. Jika banyak pengusaha berinvestasi di Maluku sudah pasti sangat berdampak besar bagi pembangunan dan kesejahteraan Maluku,” ujarnya.

Usai memberikan materi pada Muprov ke-8 Kadin Maluku, James mengungkapkan bahwa Maluku harus melakukan modernisasi pembangunan berbasis kelautan dan perikanan. Indonesia Timur khususnya di Maluku, sudah saatnya concern dalam pembangunan infrastruktur khusus di leading sector perikanan, kelautan, dan pariwisata yang moderen.

“Pembangunan kelautan, perikanan, dan pariwisata yang moderen akan membantu meningkatkan pendapatan nasional maupun daerah, sehingga pembangunan kesejahteraan itu akan tersentuh secara langsung,” katanya.

Beri Ruang Investasi

Sementara itu, di tempat yang sama, Gubernur Maluku Murad Ismail mengapresiasi keberadaan Kadin di Maluku. Dia berharap Kadin dapat membawa investasi dan perubahan bagi Maluku, sehingga pembangunan infrastruktur di daerahnya makin maju.

“Kadin memiliki sejumlah konglomerat di Jakarta, dan akan membawa dampak signifikan bagi investasi di Maluku. Pemprov Maluku memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada Kadin untuk berinvestasi di Maluku sehingga Maluku tidak tertinggal di bidang infrastruktur,” katanya.

Gubernur Maluku juga berharap agar investor tidak ragu melakukan investasi di Maluku karena Maluku sangat terbuka bagi seluruh pengusaha di Indonesia. “Dengan hadirnya Kadin di Maluku dapat menarik investor untuk berinvestasi di Maluku, sehingga Maluku tidak lagi tertinggal dari daerah lain,” katanya.

Enam KEK Pariwisata Butuh Rp 200 Triliun

Di sisi lain, Indonesia akan memiliki sembilan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata hingga akhir tahun ini. Ke-9 KEK tersebut akan menjadi ujung tombak bagi sektor pariwisata untuk mendatangkan investasi local dan asing.

Tanjung Lesung. Foto: Investor Daily/IST
Tanjung Lesung. Foto: Investor Daily/IST

Dari sembilan KEK itu, enam KEK telah ditetapkan pemerintah adalah KEK Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), lalu KEK Tanjung Lesung di Banten, KEK Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, KEK Morotai di Maluku Utara, KEK Likupang di Sulawesi Utara, dan KEK Singhasari di Jawa Timur. Kebutuhan investasi enam KEK ini menembus Rp 200 triliun. Sementara itu, tiga KEK yang tengah dalam proses persetujuan pemerintah adalah Tanjung Gunung di Bangka Belitung, Sungai Liat di Bangka Belitung, dan Cikidang Sukabumi di Jawa Barat.

“Sekarang sudah ada enam KEK yang telah mendapat payung hukum dari pemerintah. Kita harapkan hingga sisa akhir tahun ada tambahan tiga lagi, sehingga sebelum tutup tahun kita sudah punya sembilain,” kata Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Hiramsyah S Thaib di Jakarta, baru-baru ini.

Hiramsyah memprediksi persetujuan status KEK Tanjung Gunung dan Sukabumi bisa keluar dalam waktu dekat. Adapun untuk Sungai Liat, menurut dia, masih ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian.

“Akan tetapi, itu sudah selesai, sehingga harusnya juga bisa segera terbit peraturan pemerintahnya,” terang dia.

Hiramsyah menegaskan, keberadaan sembilan KEK tersebut akan menjadi magnet kuat untuk menarik investasi ke sektor pariwisata Tanah Air. Pasalnya, investor akan mendapat berbagai kemudahan berupa deregulasi dengan perizinan sangat cepat atau hanya satu hari untuk izin membangun hotel, infrastruktur dasar seperti jalan, air, listrik, dan internet dibangun pemerintah pusat, serta insentif fiskal seperti tax holiday.

Butuh Infrastruktur

Johnny Darmawan. Foto: IST
Johnny Darmawan. Foto: IST

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Johnny Darmawan menilai, ide KEK sebenarnya sangat bagus. Sebab, di kawasan ini, investor dimanjakan oleh banyaknya insentif dari pemerintah. Akan tetapi, dia menilai, pemerintah perlu memikirkan rencana induk (masterplan) ketika menetapkan suatu KEK. Ini penting, mengingat KEK tidak bisa berdiri sendiri, tanpa ditopang infrastruktur memadai.

“Jadi, pemerintah perlu memikirkan juga infrastruktur penunjang suatu KEK, seperti listrik, jalan, dan fasilitas air bersih. Tanpa ini semua, investor sulit masuk KEK,” ujar dia.

Menurut Johnny, ketika suatu perusahaan memutuskan berinvestasi, perusahaan ini membutuhkan kehadiran industri penunjang atau rantai pasokan. Itu sebabnya, KEK juga perlu memfasilitasi kehadiran industri penunjang. Contohnya, di otomotif, perusahaan membutuhkan kehadiran pemasok untuk keperluan produksi. Jika tak bisa mendatangkan pemasok, dia menuturkan, pemerintah minimal harus bisa mengintegrasikan KEK yang satu dengan yang lain. Pada titik ini, diperlukan infrastruktur transportasi yang memadai.

Jika pengelola KEK kesulitan dana dalam membangun infrastruktur, Johnny menegaskan, perusahaan ini bisa mengajak mitra, baik asing maupun domestik. Pengelola bisa menyediakan lahan kepada investor dalam jangka waktu tertentu secara gratis. Sebagai kompensasi, mitra strategis harus membangun infrastruktur KEK.

Dia meyakini, cara ini ampuh untuk menarik investor masuk KEK. Sebab, investor tak hanya membutuhkan insentif, melainkan juga infrastruktur. Sementara itu, Himpunan Kawasan Industri (HKI) meminta pemerintah membenahi pengelolaan KEK. Alasannya, banyak KEK tidak berkembang, lantaran pengelolaannya buruk dan dibangun berdasarkan euforia semata. Ketua HKI Sanny Iskandar mengatakan, kebanyakan KEK gagal diinisiasi dari kalangan BUMD dan pemerintah daerah. Akhirnya, belum dibangun, KEK terkait sudah menghadapi kesulitan pembebasan lahan karena harga terlalu tinggi.

Sanny mengatakan, hal itu menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah. Sebab, kehadiran KEK secara tidak langsung membuat harga lahan melonjak dan pembebasan lahan semakin mahal. Hal itu akan menimbulkan keluhan dari kawasan industri. “Harus ada peranan dari Kemenperin (Kementerian Perindustrian) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) untuk mengendalikan harga lahan,” ucap dia.

Selain itu, dia menilai, pengelola KEK kerap kesulitran dalam bermitra dengan swasta, khususnya asing. Meski KEK mendapatkan berbagai insentif fiskal dan tidak memerlukan izin kawasan industri, hal ini tidak cukup untuk menarik investor asing.

“Sebab, investor asing ketika ingin masuk melihat siapa mitra asingnya supaya mereka lebih nyaman. Mereka tidak cukup diyakinkan dengan banyaknya. Buktinya, realisasi KEK masih banyak yang tertunda,” jelas dia.

Seiring dengan itu, dia menuturkan, KEK mengalami kesulitan keuangan dan teknologi dalam mengembangkan kawasan. Revitalisasi pengembangan kawasan ekonomi ini akan menjadi PR utama bagi tim ekonomi pemerintah. Sanny mengatakan, pihaknya sering menawarkan untuk mencarikan mitra KEK. Namun, ini ditolak oleh pihak KEK tertentu. Padahal, pengembang swasta banyak bekerja sama dengan perusahaan swasta asing, misalnya, dari Jepang dan Korea Selatan. Dua Negara ini bisa menggaet investor potensial.

“Nah, selama ini, BUMD tidak mau kerja sama, sehingga bagaimana mereka bisa menarik investor,” kata dia.

Detail KEK Wisata

Di sisi lain, di antara enam KEK Pariwisata yang telah mendapat paying hukum dari pemerintah, KEK Singosari menjadi KEK tercepat yang melakukan groundbreaking. Begitu keluar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2019 tentang KEK Singhasari, pengembang kawasan tersebut langsung melakukan groundbreaking, sedangkan KEK daerah lain membutuhkan waktu sekitar tiga tahun. KEK Singhasari akan dikembangkan dalam beberapa klaster, di antaranya klaster pariwisata dan klaster teknologi digital. KEK ini diyakini mampu menyerap investasi hingga Rp 30 triliun.

Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama Singosari (IGT) David Santoso selaku pengelola KEK Singhasari menerangkan, tahap pembangunan KEK Singosari dibagi menjadi tiga tahapan, yakni 0-3 tahun, 3-8 tahun, dan 8-15 tahun. Pada tahap pertama, investasi yang masuk sekitar Rp 2 triliun dari konsorsium PT IGT dengan ITDC serta investor PMA untuk pembangunan hotel yang dijadwalkan mulai operasional pada 2021.

Sedangkan pada tahap kedua, fokus untuk pengembangan digital atau technopark yang baru pertama ada di Indonesia. “Tahap awal investasi yang digelontorkan untuk pengembangan KEK Singhasari antara Rp 3-5 triliun. Kalau total sampai selesai diperkirakan bisa mencapai Rp 30 triliun,” kata David Santoso.

Sementara itu, ITDC selaku pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika, tengah mengejar penyelesaian proyek Sirkuit MotoGP agar bisa digunakan pada 2021. Penyelenggaraan event MotoGP diyakini akan memberikan keuntungan bagi Indonesia, khususnya bagi sektor pariwisata. “Sebagai bagian dari distrik entertainment dan sport terpadu, kawasan di tengah sirkuit Mandalika akan digunakan sebagai destinasi pariwisata. Di kawasan tersebut akan dibangun glamping, commercial area, dan kondotel. Saat ini, pembangunan baru 10% dari total keseluruhan komplek dan untuk sirkuit, akan mulai pengaspalan pada Desember,” kata Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer.

Kawasan Mandalika. Foto: Investor Daily/IST
Kawasan Mandalika. Foto: Investor Daily/IST

Barry mengatakan, sirkuit Mandalika berkonsep street circuit tersebut, sudah mendapatkan izin dari MotoGP difungsikan sebagai jalan biasa saat tidak digunakan untuk event balap. Sirkuit MotoGP Mandalika dibangun dengan konsep terintegrasi dan menjadi bagian dari distrik entertainment dan sport terpadu.

Dia menerangkan, sirkuit MotoGP Mandalika direncanakan memiliki panjang 4,32 km, 19 tikungan, kapasitas area paddock mencapai 40 garasi, area grand stand berkapasitas 50.000 tempat duduk, area berdiri mencapai 138.000, dan hospitality suites berkapasitas 7.700 pengunjung.

Pada bagian lain, KEK Tanjung Kelayang sudah berhasil menarik investasi dengan menghadirkan jaringan hotel internasional, seperti Starwood Asia Pacific dan Accor Asia Pacific. Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto menjelaskan, KEK Tanjung Kelayang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2016.

”Untuk memberikan kemudahan bagi investor yang ingin menanamkan modal di KEK, pemerintah telah menerbitkan kebijakan Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi secara elektronik, Online Single Submission (OSS) yang juga diterapkan di KEK,” kata Enoh.

Peresmian KEK Tanjung Kelayang dilaksanakan bersamaan dengan peresmian Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, yang telah selesai dibangun dan digunakan sejak 2017. Saat ini sudah dibangun gedung terminal pada sayap kanan yang dapat menampung tiga juta penumpang.

Ke depan, sayap kiri juga bakal dikembangkan, sehingga nantinya bandara ini akan dapat menampung hingga 5 juta penumpang. Di KEK Likupang, pemerintah akan mengucurkan dana sebesar Rp 773,71 untuk pengembangan. Likupang merupakan salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas yang bakal dikebut pembangunannya oleh pemerintah.

Keempat destinasi super prioritas lainnya adalah Danau Toba, Sumatera Utara; Borobudur, Jawa Tengah; Mandalika, Nusa Tenggara Barat; dan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Anggaran tersebut berasal dari lintas kementerian/lembaga di APBN 2020. Adanya suntikan dana tersebut diharapkan bisa mempercepat pembangunan KEK Likupang ditargetkan selesai pada 2020.

Selain itu, harus dilakukan pengembangan amenitas berupa Pemetaan Potensi Homestay di Desa Marinsow, Desa Pulisan, Desa Kinunang, Desa Bahoi, dan Desa Pulau Gangga. Project Development Head PT Minahasa Permai Resort Development (MPRD) Paquita Widjaya selaku pengembang KEK Likupang mengatakan, pihaknya akan fokus ketiga tahap pengembangan, yang dimulai dari marina area untuk tempat sandar super yacht dengan standar internasional.

“Lalu ada cultural village, Wallace Conservation, dan marine tourism park yang menjadi alasan wisatawan datang ke Likupang. Tentunya selain dengan keindahan lanskap dan pantainya” ujar dia. (jn)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN