Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pedagang UMKM. Foto ilustrasi: ukmindonesia.id

Salah satu pedagang UMKM. Foto ilustrasi: ukmindonesia.id

2 Juta UMKM Mulai Berjualan di Tokopedia Selama Pandemi

Rabu, 9 September 2020 | 06:50 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Tokopedia mencatat sebanyak hampir 2 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai berjualan di Tokopedia selama pandemi Covid-19. Dengan demikian, menurut VP of Corporat Communications Tokopedia, Nuraini Razak, Tokopedia memiliki total 9 juta penjual. Hampir semua penjual tersebut tergolong pelaku UMKM.

"Sebanyak 94% dari penjual kami tergolong ultra mikro," kata Nuraini Razak dalam konferensi pers virtual bertajuk "Program Perempuan Wirausaha Tangguh dan Kreatif", Selasa (8/9).

Menurut dia, di tengah pandemi, terdapat produk yang mengalami peningkatan penjualan di Tokopedia. Dia mencontohkan, penjualan pakaian untuk dikenakan di rumah meningkat karena kebanyakan masyarakat masih beraktivitas di dalam rumah.

Tokopedia resmi meluncurkan program loyalitas, yakni TokoMember. Melalui fitur TokoMember, Tokopedia mempermudah masyarakat Indonesia memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tokopedia..

Selain itu, penjualan produk makanan dan minuman juga masih mengalami peningkatan.

"Itu memang yang mengalami peningkatan signifikan. Contohnya kopi, snack, dan makanan sehari-hari sangar meningkat penjualannya di Tokopedia. Jadi kalau ada calon pelaku UMKM yang mau mulai usaha, itu salah satu kategori yang bisa dicoba," imbuh Nuraini.

Selain itu, menurut dia, alat-alat rumah tangga, seperti perabot rumah, juga mengalami peningkatan penjuakan. Nuraini menceritakan, salah satu penjual di Tokopedia sebelumnya hanya berjualan secara offline. Namun, selama pandemi, penjual dekorasi rumah tersebut mulai mengiklankan marketnya di Tokopedia sehingga penjualannya meningkat sampai lima kali lipat.

"Karena orang mungkin selama di rumah menjadi lebih kreatif. Mereka ingin mendekor rumah sehingga membeli peralatannya," ucap Nuraini.

Di tengah pandemi Covid-19, Tokopedia bekerja sama dengan Coca Cola Foundation (CCFI) dan Asosiasi Pendamping Peremouan Usaha Kecil-Mikro (ASPPUK) membuat program pelatihan bagi pelaku UMKM, terutama untuk pelaku perempuan dan difabel. Melalui program yang ditargetkan menyentuh hingga 5 juta perempuan di wayah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Yogyakarta ini,

Nuraini berharap semakin banyak UMKM yang menggunakan teknologi digital sehingga kontribusi mereka terhadap perekonomian semakin besar. Melalui program ini, ketiga pihak memberikan pelatihan kepada UMKM untuk dapat menjual produk mereka melalui lokapasar, seperti Tokopedia.

Deputy Director ASPPUK, Mohammad Firdaus, mengatakan pandemi Covid-19 menjadi momentum yang tepat untuk mendorong pelaku UMKM, terutama perempuan, menjual produk mereka secara online.

Menurut Firdaus, sebanyak lebih dari 60% perempuan pelaku UMKM yang dia dampingi, belum menggunakan platform digital untuk memasarkan produk mereka. Karena itu, program bantuan ini menjadi awal yang baik menarik mereka memasarkan produk di ruang-ruang digital.

"Ini kami baru di tiga provinsi. Mudah-mudahan ini menjadi contoh bahwa ibu-ibu bisa, apalagi difabel, juga bisa. Saya yakin ini kerja sama yang ditunggu-tunggu juga oleh ibu-ibu di kampung sana," ucap Firdaus dalam kesempatan yang sama.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN