Menu
Sign in
@ Contact
Search
Teller menghitung uang dolar AS di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta.  Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Teller menghitung uang dolar AS di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Utang Pemerintah Picu Utang Luar Negeri RI Naik 11,9%

Senin, 16 Desember 2019 | 13:14 WIB
Nasori (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir Oktober 2019 tercatat sebesar US$ 400,6 miliar, tumbuh 11,9% dibanding periode sama tahun lalu (yoy) yang senilai US$ 360,5 miliar. Pertumbuhan ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 10,4% (yoy).

Bank Indonesia (BI) dalam info terbarunya yang dipublikasikan, Senin (16/12), menyebutkan bahwa total ULN tersebut terdiri atas ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar US$ 202 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar US$ 198,6 miliar.

"(Peningkatan ULN ini) terutama dipengaruhi oleh transaksi penarikan neto ULN dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sehingga utang dalam rupiah tercatat lebih tinggi dalam denominasi dolar AS," tulis Bank Indonesia.

Selain itu, lanjut bank sentral, pertumbuhan ULN yang meningkat dipengaruhi oleh peningkatan pertumbuhan ULN pemerintah di tengah perlambatan ULN swasta. "Pertumbuhan ULN pemerintah meningkat sejalan dengan keyakinan investor asing terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi keuangan domestik yang menarik," papar BI.

Posisi ULN pemerintah pada akhir Oktober 2019 tercatat US$ 199,2 miliar atau tumbuh 13,6% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya. Pertumbuhan ULN ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan arus masuk neto asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan penerbitan global bonds pada Oktober 2019.

Menurut BI, pengelolaan ULN pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, dengan porsi terbesar pada beberapa sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Secara rinci, sektor-sektor itu meliputi jasa kesehatan dan kegiatan sosial (19,0% dari total ULN pemerintah), konstruksi (16,5%), jasa pendidikan (16,1%), administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,3%), serta jasa keuangan dan asuransi (13,4%).

Sedangkan ULN swasta tumbuh melambat dari bulan sebelumnya, yaitu dari 10,7% (yoy) menjadi 10,5% (yoy) pada akhir Oktober 2019. Perkembangan ini disebabkan oleh pertumbuhan ULN lembaga keuangan bukan bank (LKBB) dan perusahaan bukan bembaga keuangan (PBLK) yang melambat.

Secara sektoral, kata BI, ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara (LGA), sektor industri pengolahan, serta sektor pertambangan dan penggalian. "Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,6%," tandas BI.

Meskipun cenderung meningkat, menurut bank sentral, struktur ULN Indonesia tetap sehat karena didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Kondisi tersebut antara lain tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Oktober 2019 sebesar 35,8%, membaik dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya.

Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 88,4% dari total ULN. Dalam rangka menjaga struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

"Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," pungkas BI.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com