Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur BI Perry Warjiyo. Sumber: BSTV

Gubernur BI Perry Warjiyo. Sumber: BSTV

2022, BI Perkirakan Inflasi 2-4%

Rabu, 25 Agustus 2021 | 15:51 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan kondisi inflasi terjaga rendah hampir di seluruh daerah di Indonesia. Kondisi inflasi sejalan dengan terjaganya  ekspektasi inflasi,  stabilitas nilai tukar rupiah, dan  belum kuatnya permintaan, serta cukupnya ketersediaan pasokan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Juli 2021 mencapai 0,08%. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Juli) 2021 sebesar 0,81% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2021 terhadap Juli 2020) sebesar 1,52%.

“Kami perkirakan inflasi pada tahun 2021 dan 2022 akan terjaga pada kisaran sasaran 3% plus minus 1%,” ucap Perry dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2021 pada Rabu (25/8).

Dia menuturkan resiko kenaikan inflasi pada tahun 2022 perlu diantisipasi sejalan dengan kenaikan permintaan domestik dan kenaikan  harga komoditas dunia. Pemerintah melalui Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan sinergi untuk mewujudkan stabilitas harga.

“Sehingga, mendukung upaya pemulihan ekonomi  Indonesia dan menjaga kesejahteraan rakyat,” kata Perry.

Jaga Stabilitas Harga Barang
Presiden Joko Widodo menekankan, TPIP dan TPID  harus menjaga  ketersediaan dan stabilitas harga barang, terutama barang kebutuhan pokok. Dalam kondisi daya beli masyarakat yang menurun, stabilitas harga bahan pangan sangat penting bagi masyarakat. Bila terjadi hambatan, dia meminta seluruh pihak terkait untuk menyelesaikan permasalah tersebut.

“Ini perlu kita lebih banyak kerja di lapangan. Baik itu kendala di produksi maupun kendala di distribusi, setiap kota harus cek. Lihat lapangan.  apakah ada kendala produksi atau ada kendala distribusi,” ucap Joko Widodo.

Kondisi inflasi sebesar 1,52% secara year on year  menunjukkan angka inflasi itu jauh di bawah target inflasi 2021 yang sebesar 3%. Di sisi lain, rendahnya angka inflasi ini bukan merupakan kabar baik perekonomian.

“Karena, bisa saja ini mengindikasikan turunnya daya beli masyarakat akibat pembatasan aktivitas dan mobilitas,” tutur Joko Widodo.

Pada kuartal III-2021 ini, pemerintah tetap harus waspada dalam mengatur keseimbangan antara kepentingan penanganan kesehatan dan ekonomi.  Dari sisi  kesehatan, penanganan dilakukan untuk memutus penyebaran Covid-19, sedangkan dari sisi ekonomi antara lain juga membantu masyarakat di kelompok rentan.

“Daya beli masyarakat terus ditingkatkan, yang akan mendorong sisi permintaan serta bisa menggerakkan mesin pertumbuhan ekonomi,” kata Joko Widodo. 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN