Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

2024. Pemerintah Targetkan Penyaluran Kredit UMKM Capai Rp 2.000 Triliun

Kamis, 9 September 2021 | 22:45 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah menargetkan posisi kredit UMKM di tahun 2024 diharapkan bisa mencapai Rp 2.000 triliun. Pada tahun tersebut kewajiban kredit UMKM di perbankan ditargetkan sudah mencapai 30%.  Langkah untuk mencapai target tersebut akan dilakukan secara bertahap mulai dari tahun 2021 hingga 2024

“Untuk mencapai target tersebut dibutuhkan tambahan kredit sebesar Rp 980 triliun, dengan posisi kredit UMKM di tahun 2024 diharapkan bisa mencapai Rp 2.000 triliun,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto  dalam seminar daring pada Kamis (9/9).

Hingga Mei 2021 porsi  kredit UMKM terhadap total penyaluran kredit perbankan baru mencapai 18,59%.   Airlangga mengatakan  sektor UMKM merupakan salah satu kunci utama dalam menggerakkan roda perekonomian. Pada  tahun 2019 saja jumlah UMKM tercatat mencapai 99% terhadap total unit usaha. Selain itu, UMKM telah berhasil menyerap tenaga kerja hingga 96,9% dari total tenaga kerja di Tanah Air.

“Secara keseluruhan, UMKM berkontribusi sebesar 60,5% terhadap PDB Indonesia,” imbuh Airlangga.

Dia mengatakan  hingga 14 Juni 2021 outstanding restrukturisasi di perbankan telah mencapai Rp 777,31 triliun atau 37,62%, diantaranya berasal dari UMKM. Hingga 7 Juni 2021 perusahaan pembiayaan juga telah melakukan restrukturisasi dengan nilai outstanding sebesar Rp 203,1 triliun.

“Akses pembiayaan bagi UMKM ini menjadi penting dan pemerintah telah menerbitkan Permenkes nomor 2 tahun 2021 dan Permenko nomor 3 tahun 2021 guna peningkatan kredit UMKM dengan dari penerima KUR (Kredit Usaha Rakyat),” ucap Airlangga.

Pemerintah ju menambah plafon kur menjadi Rp 285 triliun di tahun 2021. Realisasi KUR hingga 2 Agustus 2021 telah diberikan kepada 3,99 juta debitur dengan nilai Rp 148,08 triliun atau 51,96% dari penerima kur baru di tahun 2021.

Selama masa pandemi pemerintah telah memberikan relaksasi kur yaitu penambahan limit plafon kepada 1,76 juta debitur dengan Baki kredit Rp 70,53 triliun dan juga diberikan perpanjangan kepada 1,51 juga debitur dengan Baki kredit bagi debitur 47,51 dan juga diberikan tambahan kepada beberapa debitur

“Saya berharap bahwa seluruh perbankan dapat berkoordinasi dan bersinergi dengan K/L terutama mendukung penyelamatan UMKM dan sektor informal. Selanjutnya tentu koordinasi akan menjadi  penting antar KL agar keberlangsungan UMKM dapat terus berjalan dan perekonomian lebih baik lagi," ucap Airlangga.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN