Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Susiwiyono. Foto: twitter.com

Susiwiyono. Foto: twitter.com

Pemerintah Pasang Target Investasi untuk Tiga KEK Baru.

Selasa, 7 Januari 2020 | 08:55 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyerahkan salinan Peraturan Pemerintah kepada badan usaha dan bupati untuk (tiga) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru yakni KEK Singhasari (Kabupaten Malang, Jawa Timur), KEK Kendal, dan KEK Likupang. 

Dalam pengembangannya pemerintah menetapkan target kinerja untuk pemerintah daerah dan pengelola kawasan Ekonomi khusus.  

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan pengembangan KEK bertujuan meningkatkan investasi, ekspor, substitusi impor, menciptakan lapangan pekerjaan, membuat model terobosan pengembangan kawasan melalui pengembangan industri dan jasa.

“Yang disasar adalah industri berdaya saing global, jasa pariwisata bertaraf internasional, jasa pendidikan dan kesehatan, serta ekonomi digital” jelasnya  dalam pertemuan di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/1).

Berbagai penetapan target dilakukan untuk mempercepat pembangunan KEK, oleh karena itu perlu dilakukan revisi terhadap beberapa aturan terkait KEK. Di antaranya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 2 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga Peraturan Pemerintah nomor 96 tahun 2015 tentang Fasilitas dan Kemudahan di Kawasan Ekonomi Khusus.

"PP yang baru sudah dibunyikan cantolannya. Kan PP-nya ada dua yang lagi proses (revisi) detailnya. Nanti detailnya di Permenko (Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian) sebagai Ketua Dewan Nasional KEK," ujar dia. 

Ia mengatakan KEK Singhasari yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur akan digunakan sebagai pusat pariwisata bertaraf internasional sekaligus pusat industri kreatif atau digital.

Selain itu, KEK Singhasari juga akan digunakan untuk pengembangan ekonomi digital dengan menggandeng beberapa perusahaan teknologi multinasional seperti Amazon, IBM, Apple, dan Google, serta akan bekerja sama dengan beberapa universitas terkemuka di dunia.

“Target investasi dan penciptaan lapangan kerja di KEK ini, yaitu: target sumbangan devisa sebesar Rp23,6 miliar hingga 2030; kemudian sekitar Rp135,33 miliar kontribusi KEK Singhasari terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Malang di 2030,” ungkapnya.

Selain mendorong investasi lebih banyak masuk, juga dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak yakni sebanyak 6.863 orang saat KEK ini optimal beroperasi.

Kedua KEK Likupang yang berlokasi di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara akan dikembangkan untuk resort, akomodasi, entertainment dan MICE. Sedangkan, di luar area KEK akan dikembangkan pula Wallace Conservation Center dan Yacht Marina.  Kemudian tenaga kerja yang akan terserap ditargetkan sebanyak 65.300 orang.

Meski begitu, Susi mengatakan bahwa KEK Likupang akan dikembangkan dalam tiga tahap. Tahap pertama akan dibangun sekira 92,89 hektare pada kurun waktu tiga tahun, yaitu 2020 hingga 2023.

“Di pembangunan tahap pertama akan terdapat resort, area komersial, danau, cultural village, dan ruang terbuka hijau. Jadi, total target investasi sebesar Rp164 miliar untuk pembangunan kawasan KEK Likupang di tiga tahun pertama. Sedangkan, target investasi pelaku usaha dalam tiga tahun pertama adalah Rp750 miliar,”jelasnya.

Ketiga KEK Kendal yang bertempat di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah memiliki luas lahan 1.000 hektare dan disiapkan sebagai KEK yang menjawab tantangan yang dihadapi pemerintah Indonesia seputar defisit neraca ekspor-impor Indonesia.

“Karena, kegiatan utama di KEK ini adalah industri yang berorientasi ekspor & supply chain, seperti tekstil dan busana, furniture, makanan dan minuman, otomotif dan elektronik,” ucapnya.

Adapun untuk target investasi dan penciptaan lapangan kerja dalam lima tahun pertama KEK ini yaitu US$5 miliar untuk target investasi langsung luar negeri (FDI); US$500 juta untuk target ekspor per tahun; US$250 juta target substitusi impor per tahun; dan 20.000 orang diproyeksikan akan bekerja di dalamnya.

Ketiga KEK ini pun tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor  68 Tahun 2019, PP Nomor 85 Tahun 2019, dan PP Nomor 84 Tahun 2019.

Susi pun menjabarkan, untuk KEK Singhasari yang disiapkan sebagai pusat pariwisata sekaligus industri kreatif dan digital target investasi yang ditetapkan sebesar Rp 12,5 triliun.

Pencapaian target tersebut ditetapkan secara bertahap dan di tahap pertama yang sudah terealisasi sebesar Rp 664 miliar dan Rp 48,5 miliar. Selain itu, diharapkan juga mampu menyerap tenaga kerja hingga 6.806 orang.

Adapun untuk KEK Likupang target investasi yang ditetapkan Rp 7,1 triliun dan diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja hingga 65.000 orang.

"Nah ini yang menarik dari target penciptaan lapangan kerja 65 ribu orang. Ini direct-indirect karena pariwisata itu akan betul-betul hanya mengandalkan pariwisata. Tahun pertama targetnya Rp 164 miliar dan Rp 750 miliar. Wisatawan yang akan dijangkau 400 ribu orang," jelas Susi.

Sementara untuk KEK Likupang ditargetkan mampu menyerap investasi hingga US$ 5 miliar atau setara dengan Rp 70 triliun. Selain itu, untuk tenaga kerja diharapkan bsia terserap hingga 30.000 orang.

Di tahun 2021, KEK yang disiapkan untuk industri berorientasi ekspor dan supply chain tersebut mampu menyumbang terhadap ekspor hingga US$ 500 juta per tahun dengan nilai substitusi impor hingga US$ 250 juta.

"Itu (targetnya) minimal, yang bertahap ini ada timeline ya, rata-rata ada yang sampai 2024-2025. Rata-rata empat sampai lima tahun," ujar Susi.

Hingga saat ini, pemerintah telah menetapkan 15 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), terdiri dari 9 (sembilan) KEK Industri dan 6 (enam) KEK Pariwisata. Dari 15 KEK tersebut, 11 KEK telah beroperasi atau sudah melayani investor.

Menurut Susi pengembangan 15 KEK tersebut telah menghasilkan realisasi investasi hingga Rp22,2 triliun, dan juga telah berkontribusi pada penciptaan lapangan pekerjaan, sebab terhitung hingga akhir tahun 2019, realisasi serapan tenaga kerja di KEK mencapai lebih kurang 8.686 orang.

Lanjutnya dengan pengembangan KEK, maka daerah dapat berdaya saing dan mampu menjadi pusat pertumbuhan baru di wilayahnya, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, di antaranya pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda), serta masyarakat sekitar KEK tersebut berada. Dukungan itu harus terencana, terintegrasi, dan dilaksanakan secara berkesinambungan.

Ia menyebbut pemda merupakan penerima manfaat terbesar dari pengembangan KEK, oleh karena itu diharapkan memiliki komitmen kuat mendukung pengembangan KEK dengan memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan untuk berinvestasi di KEK.

“Misalnya, menerbitkan peraturan daerah (perda) terkait pengurangan pajak dan retribusi daerah, atau mengenai penyederhaan perizinan berusaha di KEK, atau tentang penataan wilayah (RDTR) di sekitar KEK supaya pembangunannya serasi dan terpadu dengan wilayah sekitarnya, serta mencegah urban sprawl,” tandasnya.

Selain itu untuk meningkatkan intensitas koordinasi penyelesaian permasalahan pembangunan dan pengelolaan KEK yaitu dalam pembentukan Dewan Kawasan, dan membangun infrastruktur wilayah yang terkoneksi dengan pengembangan KEK,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN