Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM. Sumber: BSTV

Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM. Sumber: BSTV

BKPM Minta Sinopec Lanjutkan Segera Pembangunan Depo Minyak Batam

Rabu, 29 Januari 2020 | 23:06 WIB
Nasori (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meminta Sinopec untuk segera melanjutkan proyek pembangunan depo minyak di Batam. Proyek yang sudah ground breaking pada 10 Oktober 2012 itu termasuk dalam daftar investasi mangkrak di Indonesia.

"Pembangunan proyek itu (depo minyak di Batam) sangat prioritas, karena itu masuk investasi mangkrak,” ungkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di gedung BEI, Jakarta, Selasa (28/1).

Advertisement

Bahlil menegaskan, untuk mempercepat pembangunan proyek tersebut, BKPM sudah meminta agar direksi Sinopec dapat segera memberikan penjelaskan. "Jadwal bertemu dengan Sinopec belum ditentukan. Kami minta paling lama sampai akhir bulan ini, karena ini proyek sangat strategis," tegas dia.

Ia berharap direksi Sinopec segera memberikan kepastian pembangunan kembali proyek depo minyak tersebut. Sehingga pembangunan depo minyak dengan biaya senilai US$ 841 juta atau sekitar Rp 11,77 triliun itu dapat menggairahkan ekonomi di Batam dan Kepulauan Riau.

Plt Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Isdianto sebelumnya sudah mengirim surat ke Presiden Joko Widodo untuk percepatan pembangunan depo minyak di Batam, Kepri. Proyek pembangunan depo minyak itu sudah tertunda sejak 2012.

Dalam suratnya kepada Presiden tertanggal 7 Januari 2020, Isdianto menyampaikan, pembangunan depo minyak di kawasan Westpoint Maritime Industrial Park itu akan mendorong terciptanya lapangan kerja serta memberikan dampak positif bagi perekonomian di Provinsi Kepri, khususnya di Kota Batam.

“Kami berharap pembangunan depo minyak yang tertunda tersebut dapat segera direalisasikan,” kata dia.

Dalam suratnya ia menjelaskan, pihak perusahaan juga telah memperoleh izin-izin sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku dan merupakan salah satu Kawasan Langsung Investasi Konstruksi (KLIK) yang telah ditetapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Isdianto berharap, dengan percepatan pembangunan depo minyak di Batam dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Batam dan akan menarik investor global lainnya. Apalagi Batam adalah salah satu parameter investasi di Indonesia.

“Realisasi pembangunan depo minyak milik investor seperti Sinopec dari Tiongkok itu akan berdampak luas terhadap minat investor lainnya. Kami minta Sinopec segera untuk membangun Depo minyak yang terlantar sejak 2012," tegas Isdianto.


 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN