Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bank Indonesia.

Bank Indonesia.

Per Januari 2020, Utang Luar Negeri RI Bertambah 7,5%

Senin, 16 Maret 2020 | 11:45 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) mencatat, utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir Januari 2020 sebesar US$ 410,8 miliar atau Rp 6.079,84 triliun (kurs Rp 14.800/dolar AS). Posisi utang tersebut naik 7,5% dibandingkan Januari 2019 yang baru US$ 382,11 miliar.

Total utang luar negeri Indonesia pada Januari 2020 yang tumbuh melambat itu terdiri atas ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar US$ 207,8 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar US$ 203,0 miliar.

"ULN Indonesia pada Januari 2020 tersebut tumbuh 7,5% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 7,7% (yoy). Perkembangan tersebut terutama disebabkan oleh perlambatan ULN swasta," tulis Bank Indonesia (BI) dalam info terbarunya yang diterima Investor Daily, Senin (16/3).

Dalam laporan info terbarunya itu BI mencatat, ULN swasta tumbuh lebih rendah yaitu hanya tumbuh 5,8% (yoy). Angka ini menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 6,5% (yoy). Ini dipengaruhi oleh perlambatan ULN lembaga keuangan.

Secara sektoral, ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara (LGA), sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan. Pangsa ULN pada keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 77,3%.

Sementara itu, hingga periode yang sama, posisi ULN pemerintah tumbuh sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Posisi ULN pemerintah pada akhir Januari 2020 tercatat sebesar US$ 204,9 miliar atau tumbuh 9,5% (yoy).

Perkembangan ULN pemerintah didominasi oleh arus dana investor nonresiden di pasar Surat Berharga Nasional (SBN), termasuk dari penerbitan obligasi global dalam mata uang US$ dan euro.

"Penerbitan obligasi global merupakan bagian dari strategi pembiayaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dengan memanfaatkan kondisi pasar keuangan yang relatif stabil dan persepsi positif yang kuat dari investor pada awal tahun," tulis BI.

Posisi obligasi global pada Januari 2020 meningkat sebesar US$ 2,7 miliar atau tumbuh 8,1% (yoy). Sementara itu, posisi SBN domestik meningkat sebesar US$ 2,4 miliar atau tumbuh 21,9% (yoy).

Menurut BI, pengelolaan ULN pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan pada beberapa sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bank sentral merinci, utang untuk sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial tercatat 23,5% dari total ULN pemerintah, sektor jasa pendidikan (16,3%), sektor konstruksi (16,2%), sektor jasa keuangan dan asuransi (12,9%), serta sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,6%).

Rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) pada Januari 2020 sebesar 36,0%, menurun dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya. "Meski begitu, peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," tulis BI.

Di samping itu, lanjut bank sentral, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 89,3% dari total ULN. "Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI dan Pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," pungkas BI.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com