Menu
Sign in
@ Contact
Search
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Foto ilustrasi: bkpm.go.id

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Foto ilustrasi: bkpm.go.id

BKPM Siapkan Strategi Minimalisir Dampak Covid-19 terhadap Realisasi Investasi

Kamis, 23 April 2020 | 23:11 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan sudah menyiapkan strategi untuk meminimalisir dampak pandemi Covid-19  terhadap realisasi investasi.

Pertama, percepatan perizinan berusaha di Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (Pemda) untuk menyegerakan realisasi investasi.

Kedua, percepatan izin impor barang modal dan bahan baku berupa relaksasi atau perpanjangan jangka waktu impor barang modal dan bahan baku maksimal satu tahun, rekomendasi impor bahan baku dapat dilakukan BKPM.

"Relaksasi perpajangan jangka waktu impor barang mdoal dan bahan baku minimal 1 tahun ini diluar kelaziman jika tak berikan kepastian mereka tak bsia produksi," jelasnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI" Jakarta, Kamis (23/4).

Ketiga, mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk mengalihkan sebagian anggaran belanjanya dengan membeli barang dan jasa yang dihasilkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di daerah.

Keempat, fasilitas relaksasi investasi besar yang mendorong dampak berkelanjutan untuk ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. 

Kelima, menjaga ketersediaan bahan baku dalam negeri, terutama untuk industri di sektor pengolahan. Keenam, percepatan perizinan ekspor untuk mempercepat peningkatan devisa.

Fokus Kebijakan Mitigasi 3 Sektor.

Tak hanya langkah meminimalisir dampak Covid, BKPM juga membuat fokus kebijakan mitigasi pada sektor yang terdampak Covid-19 bagi dunia usaha, masyarakat dan ekonomi makro.

Jika dari sisi dunia usaha, Bahlil mengatakan akan memberikan kemudahan dan insentif bagi perusahaan yang melakukan shifting atau diversifikasi produksi khusus farmasi dan alat kesehatan.

Kemudian BKPM juga akan mengizinkan perusahaan melakukan kegiatan produksi terkendali termasuk pencegahan corona di perusahaan tanpa intervensi kepolisian. 

"Kemudahan perlakuan khusus bagi investasi orientasi ekspor," jelasnya.

Kemudian sisi kesehatan, fokus pada alokasi anggaran kepada sektor kesehatan.  Selain itu, subsidi bagi masyarakat yang rentan terhadap dampak ekonomi Covid -19 

Sisi masyarakat maka memitigasi Covid juga diperlukan pembatasan transmisi virus melalui pembatasan pergerakan orang. 

Sementara untuk sisi ekonomi makro dengan peningkatan likuditas oleh perbankan. Kemudian kebijakan moenter yang responsif terhadap kondisi pasar yang ekstrim dan stabilitas pasar saham dan keuangan. 

"Ini segera kami koordinasikan dengan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait. Kita komunikasi ke Kementerian Perdagangan untuk mempercepat ekspor untuk devisa. Likuiditas perbankan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu), OJK, Bappenas, dan Gubernur BI. Stabilitas pasar saham dengan sendirinya berjalan,” kata Bahlil.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com