Menu
Sign in
@ Contact
Search
Petani kebun sawit . Foto ilustrasi: IST

Petani kebun sawit . Foto ilustrasi: IST

Indonesia Harus Punya Bukti Ilmiah Lawan Kampanye Negatif Sawit UE

Kamis, 16 Juli 2020 | 12:59 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Duta Besar/Wakil Tetap Indonesia untuk PBB di Jenewa Hasan Kleib meminta pemerintah Indonesia dan para pelaku usaha kelapa sawit bisa menunjukkan bukti ilmiah untuk melawan kampanye negatif sawit dari Uni Eropa (UE).

UE akan mencari berbagai macam cara untuk menolak sawit Indonesia dan mereka telah menyebarkan isu negatif tentang sawit mulai deforestasi, keanekaragaman hayati, pelanggaran HAM hingga isu kesehatan.
Selama ini, Indonesia tidak didukung bukti ilmiah atau scientific evidence yang membuat posisi Indonesia lemah dan terus dihajar.

Ia menilai Indonesia hanya membawa opini publik untuk melawan kampanye tetapi tidak pernah membawa bukti ilmiah padahal bukti llmiah bisa menjadi bukti kuat dan mempunyai latar belakang ilmu. cara memperoleh bukti ilimiah bisa melibatkan semua unsur mulai akademisi, petani, pemerintah dan pelaku usaha.

“Sudah waktunya Indonesia membawa bukti ilmiah untuk melawan Eropa karena Eropa tidak akan pernah berhenti melawan sawit Indonesia,” ujar dia ketika ditemui dalam acara “ Webminar yang diadakan INA Palm Oil dan Gapki, di Jakarta, kemarin (15/7/2020).

Perwakilan Indonesia di PBB sudah banyak menerima kabar tentang isu sawit Indonesia dan sudah melakukan pendekatan dengan WTO agar lebih fair dallam bertindak dan tidak memihak.

Ia juga meminta Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) bisa meningkatkan keberlanjutan sawit yang diproduksi karena baru 31% lahan perkebunan sawit yang sudah sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Sertifikat ISPO bisa menambah daya saing sawit Indonesia sehingga wajib dimiliki.

Ia mengatakan kampanye sawit harus dilawan karena sawit merupakan produk unggulan Indonesia paling hebat dan harus diperjuangkan.

Di samping itu, selaku regulator, pemerintah tidak akan melakukan intervensi pada proses penilaian dan penerbitan sertifikat ISPO.

Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 44 Tahun 2020, kewenangan untuk menerbitkan sertifikat ISPO dipegang oleh Lembaga Sertifikasi.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan, sesuai Perpres 44 Tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan maka Lembaga Sertifikasi yang bertindak sebagai eksekutor dalam menerbitkan ISPO.

Pemerintah akan menyediakan regulasi, melakukan monitoring dan evaluasi serta tidak melakukan intervensi dalam proses penilaian dan penerbitan sertifikat.

Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono mengatakan dalam rancangan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan), saat ini sedang dimatangkan kepemilikan sertifikat ISPO.
Prinsip dan kriteria pekebun tidak dibedakan antara petani plasma dan petani swadaya, sertifikasi ISPO dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi dan disahkan oleh pimpinan Lembaga Sertifikasi.

Dalam rancangan Permentan tersebut juga diatur kelembagaan ISPO yang terdiri dari Dewan Pengarah yang diketuai oleh Kemenko Perekonomian dan Komite ISPO yang diketuai oleh Menteri Pertanian.
Dewan Pengarah ISPO terdiri dari Menteri Pertanian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan.

Dewan pengarah ini bertugas menyusun kebijakan pengembangan dan standar Sistem Sertifikasi ISPO,melakukan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan sertifikasi ISPO.
 

Komite Sertifikasi ISPO beranggotakan unsur pemerintah, profesional, akademisi yang bertugas melakukan pembinaan kepada unit usaha kelapa sawit.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com