Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kapal Perintis Pelni. Foto ilustrasi: IST

Kapal Perintis Pelni. Foto ilustrasi: IST

Pelni Efisiensi BBM Kapal

Kamis, 23 Juli 2020 | 18:01 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  – PT Pelni (Persero) melakukan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal karena memegang porsi 50% dari total biaya operasional.

Direktur Armada PT Pelni Tukul M Harsono menjelaskan, komponen biaya terbesar untuk pengoperasian kapal berasal dari BBM yang mencapai lebih dari 50% dan s aat ini armada kapal Pelni mendapatkan suplai BBM dari PT Pertamina (Persero).

"Dalam rangka efisiensi pemakaian BBM, kami sudah melakukan lompatan dalam hal pengawasan dan pengendalian konsumsi BBM dengan pengembangan IT khususnya untuk kapal-kapal penumpang yang mengambil porsi konsumsi terbesar,” ujar Tukul dalam keterangan resmi, Rabu (23/7).

Dia menambahkan, 10 tahun lalu, Pelni mengoperasikan 26 kapal dengan jarak tempuh mencapai 114.012 mil dengan pemakaian 13,5 juta liter per voyage atau rata-rata pemakaian sebesar 118 liter per mil. Saat ini pemakaiannya 8,95 juta liter per voyage dengan jarak tempuh 105.220 mil atau rata-rata 85 liter per mil.

“Artinya terdapat penurunan rata-rata sebesar 27%. Jadi bisa dihitung besaran efisiensi yang dapat kami lakukan," imbuh Tukul.

Meski membeli BBM dengan harga subsidi sesuai Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014, Tukul menegaskan, upaya efisiensi akan terus dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang terus diperbarui dan tetap mengedepankan standar keamanan pelayaran internasional.

Menurut dia, sejak Covid-19 merebak di Indonesia pertengahan Maret 2020, sejumlah pemerintah daerah mengambil langkah pencegahan dengan menutup akses pelabuhan bagi aktivitas kapal penumpang, termasuk untuk kapal penumpang Pelni. Tak kurang ada 50 pelabuhan yang menutup aktivitasnya.

"Penutupan pelabuhan ini tentu dapat kami maklumi sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Tetapi bagi perusahaan, terdapat efek operasional dan finansial yang menuntut penyesuaian cepat dan mengambil langkah strategis. Salah satu yang kami jalankan adalah penyesuaian operasional dari sisi armada kapal yang mengambil porsi terbesar dari biaya perkapalan perusahaan," tutur Tukul M Harsono.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN