Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kebun Sawit. Foto: Dok Investor Daily

Kebun Sawit. Foto: Dok Investor Daily

Di Tengah Pandemi, Ekspor dan Harga Sawit Membaik

Rabu, 12 Agustus 2020 | 16:13 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia, industri minyak kelapa sawit masih menunjukkan kinerja yang positif.

Peran minyak sawit dalam neraca perdagangan Indonesia 2015-2020.
Peran minyak sawit dalam neraca perdagangan Indonesia 2015-2020.

Menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) meski ekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) turun 11% pada semester I-2020, nilai ekspor komodoti sawit naik dari US$ 1,474 miliar menjadi US$ 1,624 miliar.

Dari sisi harga, harga CPO juga masih menunjukkan kenaikan dari rata-rata US$ 526 pada bulan Mei menjadi US$ 602 per ton-Cif Rotterdam pada bulan Juni.

Ketua Umum Gapki Joko Supriyono memberikan update kinerja industri sawit dalam Jumpa pers virtual Gapki, Rabu (12/8/2020).
Ketua Umum Gapki Joko Supriyono memberikan update kinerja industri sawit dalam Jumpa pers virtual Gapki, Rabu (12/8/2020).

Demikian dikemukakan Ketua Umum Gapki Joko Supriyono dalam press conference Gapki secara virtual di Jakarta, Rabu (12/8/2020). Hadir dalam acara ini antara lain Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan, Ketua Apolin Rapolo Hutabarat, Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono, dan Ketua Bidang Komunikasi Gapki Tofan Mahdi.

Joko Supriyono menjelaskan, penurunan ekspor CPO terjadi karena berbagai negara tujuan ekspor seperti Eropa, India, dan Tiongkok melakukan lockdown akibat pandemi Covid -19.   

“Sebanyak 70% sawit yang diproduksi di dalam negeri diekspor. Sementara permintaan dari hampir semua negara tujuan ekspor terkontraksi karena lockdown sejak awal tahun,” jelasnya.

Konsumsi minyak sawit Indonesia 2019-2020
Konsumsi minyak sawit Indonesia 2019-2020

Joko mengatakan, jika dibandingkan Januari-Juni 2019 produksi CPO dan palm kernel oil (PKO) Januari-Juni 2020 sebesar 23.504 ribu ton adalah 9,2% lebih rendah, konsumsi dalam negeri sebesar 8.665 ribu ton atau 2,9 % lebih tinggi, volume ekspor adalah 15.503 ribu ton atau 11,7% lebih rendah dan nilai ekspornya 6,4% lebih tinggi menjadi senilai US$ 10.061 juta.

“Produksi bulan Juni yang lebih tinggi dari bulan Mei 2020 diduga selain karena carry over produksi bulan Mei yang terkendala karena lebaran juga sebagian provinsi telah masuk ke periode tren produksi naik,” katanya.

Menurut Joko, konsumsi dalam negeri bulan Juni yang masih lebih rendah dibandingkan dengan bulan Mei, diduga masih disebabkan oleh PSBB.

Kinerja ekspor minyak sawit Indonesia
Kinerja ekspor minyak sawit Indonesia

Konsumsi untuk pangan turun 3,9% menjadi 638 ribu ton. “Persentase penurunan konsumsi pangan lebih rendah dari rata-rata penurunan 3 bulan sebelumnya sebesar 5,4%,” jelasnya.

Sedangkan konsumsi biodiesel, pada Juni turun sebesar 5,4% dari bulan Mei menjadi 551 ribu ton. Dibandingkan dengan Januari-Juni 2019, konsumsi biodiesel 2020 adalah 25% lebih tinggi dikarenakan implementasi program B30. Konsumsi dalam negeri bulan Juni untuk oleokimia masih naik dengan 6,8% dibandingkan bulan Mei meskipun dengan laju yang lebih rendah.

Kenaikan ekspor cukup tinggi pada bulan Juni, setelah turun pada bulan sebelumnya.

Joko memaparkan, kenaikan terjadi pada CPO (31%), refined palm oil (10,2%), minyak laurik (6%) dan juga adanya ekspor biodiesel. Kenaikan terbesar untuk ekspor dengan tujuan India (52%) menjadi 583 ribu ton, Afrika (43,3%) menjadi 271 ribu ton, Tiongkok (33%) menjadi 440 ribu ton, dan Pakistan (32%) menjadi 203 ribu ton.

Ekspor minyak sawit Indonesia 2019 dan  2020.
Ekspor minyak sawit Indonesia 2019 dan 2020.

Kenaikan ekspor CPO ke India mencapai 206 ribu ton dari total kenaikan sebesar 200 ribu ton, namun terjadi penurunan pada ekspor produk lain terutama refined palm oil.

Joko menilai permintaan akan minyak nabati untuk kebutuhan domestik di Tiingkok, India, dan banyak Negara akan naik menyusul mulai pulihnya kegiatan ekonomi.

Produksi minyak sawit Indonesia 2019-2020
Produksi minyak sawit Indonesia 2019-2020

Demikian juga Indonesia, kegiatan ekonomi sudah mulai pulih sehingga ke depan permintaan minyak sawit untuk pangan diperkirakan juga akan naik mengikuti permintaan oleokimia dan biodiesel.

Kenaikan permintaan dan membaiknya harga minyak bumi diperkirakan akan menyebabkan harga minyak nabati naik.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN