Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi bersama Menhan Prabowo Subianto dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (membelakangi lensa) berbincang-bincang di sela meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi bersama Menhan Prabowo Subianto dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (membelakangi lensa) berbincang-bincang di sela meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Proyek Food Estate, Pengusaha Lokal Kebagian Paket Infrastruktur Jalan dan Jembatan

Rabu, 2 September 2020 | 15:35 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyampaikan pengembangan infrastruktur akses jalan di proyek Food Estate Kalimantan Tengah akan didesain hanya untuk pengusaha lokal.

"Kalau untuk infrastruktur jalan dan jembatan, packaging-nya akan kita atur supaya hanya untuk pengusaha lokal. Tidak ada pengusaha besar yang bisa masuk ke sana," kata Basuki dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, Rabu ( 2/8).

Ia menyebut, jika pengusaha besar ingin masuk, maka harus bekerja sama dengan pengusaha daerah melalui sistem Kerjasama Operasional (KSO). Pengusaha besar hanya dibolehkan masuk ke proyek saluran irigasi karena itu merupakan satu kesatuan dan di sana ada pengusaha besar.

Hal ini diatur untuk memberikan porsi kepada pengusaha daerah. Sebab anggaran yang disiapkan untuk proyek food estate ini sebesar 5,8 triliun. Jumlah nominal uang yang cukup besar sehingga packaging-nya perlu dibagi-bagi. Adapun jenis pekerjaan yang akan dilakukan berupa rehabilitasi saluran irigasi, pintu air, jembatan serta pembangunan jalan akses.

Basuki menyatakan bahwa proyek Food Estate ini berada di lahan aluvial bukan lahan gambut. "Jadi 165 ribu hektar lahan yang kami siapkan merupakan lahan aluvial yang dahulu eks proyek lahan gambut (PLG)," tegas dia.

Di luar lahan eks PLG yang rencananya akan ditanami padi, PUPR juga memperluas lahan foodestate sebesar 60 ribu hektar yang akan difungsikan untuk tanaman singkong. Ini sekaligus sebagai bahan cadangan untuk menyiapkan jalan dan perumahan bagi karyawan yang akan mengerjakan proyek tersebut. Karena itu, kata dia, Menteri Pertahanan akan bekerjasama dengan Zeni TNI.

Lebih jauh, di Kumbang Hasundutan, Basuki juga menerangkan akan membangun infrasruktur penyediaann air baku, pembangunan sumur dan drainase serta pembangunan jalan akses.

"Tahun ini sudah akan dikembangkan 4000 ribu hektar untuk hortikultura bekerjasama dengan Kementerian Pertanian," ucapnya.

Proyek Food estate merupakan satu di antara enam major project prioritas nasional Kementerian PUPR untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan.

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN