Menu
Sign in
@ Contact
Search
Aktivitas penyaluran BBM ke daerah 3 T  (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero)

Aktivitas penyaluran BBM ke daerah 3 T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero)

Kerugian Pertamina Tak Separah Perusahaan Asing Sejenis

Rabu, 2 September 2020 | 18:44 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto menilai, kerugian Pertamina semester I-2020 sebesar Rp 11 triliun tak separah perusahaan minyak multinasional lainnya. “Kami melihat  kerugian Pertamina tak sedalam operator-operator yang lain. Justru kita mesti bersyukur rugi Pertamina tak sedalam Shell, Exxon, dan British Petroleum (BP),” jelas Sugeng di Jakarta, Rabu (2/9/2020).  

Dia menegaskan, selama pandemi Covid-19, perusahaan migas asing yang mengalami kerugian secara signifikan adalah BP sebesar US$ 21 miliar. Demikian juga Shell dengan total kerugian sebesar US% 18,4 miliar. Rasio utang terhadap aset Shell mencapai 0,049%, lebih tinggi dari Pertamina 0,011%.  “Jadi, Komisi VII memaklumi kerugian yang terjadi di Pertamina karena disebabkan force majeure,” ujar Sugeng. 

Tak hanya faktor pandemi, dia menegaskan, di sektor hulu dan sektor hilir, pendapatan perusahaan migas pelat merah ini turun. Padahal, 80% laba Pertamina diperoleh dari sektor hulu. “Tetapi, sekali lagi, bukan berarti kita menghalalkan kerugian. Tetapi, karena ini tidak diduga, tiba-tiba terjadi keadaan ekonomi yang ekstrem, sehingga berdampak terhadap seluruh sektor ekonomi, termasuk Pertamina sebagai korporasi,” jelas Sugeng.  

Di sisi lain, Sugeng memberikan apresiasi karena Pertamina tak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga mengurangi hak para pegawainya saat pandemi.  “Saya secara pribadi mengapresiasi Pertamina. Terbukti tak ada guncangan-guncangan ketersediaan BBM dan gas elpiji. Karena yang ditugaskan pemerintah kepada Pertamina mensubsidi BBM dan gas elpiji. Jadi, sampai hari ini, tak ada masalah yang subtansial, sehingga sampai terjadi kelangkaan BBM,” ujar dia. 

Sugeng juga merasa puas dengan kinerja Pertamina, di mana hampir 50% sudah bisa memenuhi produksi nasional. Prestasi lainnya, Pertamina sudah berhasil menguasai 50% lebih blok migas yang ada di dalam negeri. Terakhir, Blok Rokan yang akan diserahkan kepada Pertamina pada Agustus 2021. 

“Konsumsi BBM akan semakin besar pada 2025, sehingga Komisi VII akan terus mendorong ekspansi di hulu. Tetapi, biar bagaimana pun, tugas Pertamina sangat berat, karena harus melakukan eksplorasi juga guna memenuhi kebutuhan dalam negeri,” ujar Sugeng. 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com