Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Panenan sawit di sebuah pabrik. Foto ilustrasi:: Investor Daily/Gora Kunjana

Panenan sawit di sebuah pabrik. Foto ilustrasi:: Investor Daily/Gora Kunjana

DPR: Sawit Komoditas Strategis

Kamis, 3 September 2020 | 07:51 WIB
Tri Listyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id –Kalangan DPR menyatakan komoditas kelapa sawit memiliki nilai yang strategis bagi bangsa Indonesia. Pasalnya, tanaman ini menjadi sumber devisa negara dan penopang ekonomi nasional.

Nilai ekspor minyak sawit dan produk turunannya, termasuk oleokimia dan biodiesel, pada 2019 mencapai US$ 20 miliar, tingginya ekspor tersebut menjadikan neraca perdagangan Indonesia bisa lebih baik.

“Bangsa Indonesia wajib bersyukur karena memperoleh anugerah yang luar biasa dari Tuhan berupa tumbuh suburnya kelapa sawit yang menjadi sumber devisa negara dan menjadi penopang ekonomi nasional,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR Hasan Aminuddin di Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Menurut Hasan yang juga anggota DPR dari Fraksi Nasdem, perkebunan kelapa sawit umumnya dibangun di daerah terpencil dan minim sarana-prasarana ekonomi, hal ini telah mampu mendorong berkembangnya satu wilayah menjadi sentra ekonomi. Contohnya, daerah di Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Barat telah berkembang pesat ekonominya karena kelapa sawit.

Petani di kebun sawit. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana
Petani di kebun sawit. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Hal tersebut, kata Hasan Aminuddin, sejalan dengan kebijakan nasional untuk memfokuskan pembangunan di daerah pinggiran, memperkuatdaerah-daerah dan desa dalam rangka negara kesatuan.

Ke depan, peran kelapa sawit diharapkan akan semakin penting, terutama karena terkait dengan permintaan yang semakin meningkat untuk dukungan penyediaan pangan dan energy secara berkelanjutan.

Untuk itu, Hasan meminta semua pihak untuk berhati-hati dalam melontarkan pernyataan terkait kelapa sawit. Sebab, jika tidak pas, justru akan menjadi bumerang bagi perekonomian Indonesia.

Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKB Luluk Nur Hamidah juga menyebutkan, komoditas sawit sudah menjadi industri strategis karena sumbangannya yang luar biasa besar, baik dalam hal pembukaan peluang keja maupun sumbangan devisa bagi negara.

Karena itu, ke depan pemerintah diharapkan lebih mengoptimalkan potensi  sawit dengan membuat berbagai produk turunan dari kelapa sawit sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya para petani sawit rakyat.

Luluk mengakui ada kampanye hitam yang dilakukan komunitas-komunitas internasional terkait sawit, terutama Eropa yang menjadi Negara tujuan ekspor. Hal itu diduga ada kepentingan ekonomi yang sengaja didesain dengan isu-isu lingkungan hidup.

Para komunitas internasional juga gencar melakukan kampanye hitam dengan pendekatan yang seolah-olah bisa diterima secara saintifik bahwa produk olahan sawit berbahaya secara kesehatan.

“Kita ini dipepet dari ujung ke ujung, isu kesehatan dan lingkungan,” katanya.

Karena itu, Luluk mendorong pemerintah untuk membuat counter issue. Misalnya dalam persoalan lingkungan, pemerintah harus menunjukkan langkah konkret bahwa mereka sudah melakukan pengawasan dan pembinaan secara benar agar tidak terjadi perusakan lingkungan.

“Kita juga mendorong pemerintah bisa meng-counter isu secara ilmiah (saintifik) dan elegan juga, kalau disebut produk olahan sawit itu tidak baik maka bikin counter kampanye bahwa ada banyak nilai manfaat dari sawit,” tutur dia.

Respons secara saintifik seperti itu perlu dilakukan. Bahkan, pemerintah didorong untuk memanfaatkan media untuk memunculkan narasi- narasi yang baik mengenai produk-produk sawit.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN