Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Founder KAHMIPreneur Kamrussamad bersama Pengusaha Nasional Sandiaga Uno di Bursa Efek Indonesia

Founder KAHMIPreneur Kamrussamad bersama Pengusaha Nasional Sandiaga Uno di Bursa Efek Indonesia

Dampak Pandemi, Sandiaga: UMKM Bisa Jadi Pahlawan Kebangkitan Ekonomi

Selasa, 22 September 2020 | 18:10 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Sandiaga Salahudin Uno menegaskan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Tanah Air sedang digoncang wabah virus corona. Pandemi ini menurutnya merupakan salah satu krisis berat yang harus dihadapi pelaku usaha termasuk UMKM.

Hal ini disampaikan Sandiaga saat menjadi pembicara pada webinar Indonesia Young Entrepreneur Summit (IYES) Goes to Campus yang digelar oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Riau, Selasa (22/9/2020).

Dikatakannya, kerugian adalah salah satu hal yang tak bisa dihindari pelaku usaha saat pandemi global ini. Dia pun mengimbau pengusaha UMKM untuk tetap bersemangat dan menjadikan krisis ini sebagai momentum untuk menempa diri. Apalagi, menurut Sandiaga, kewirausahaan lahir dari berbagai upaya untuk bertahan dalam berbagai tekanan dan beradaptasi dengan berbagai kondisi.

Menyemangati UMKM, dalam webinar yang juga menghadirkan Wakil Gubernur Provinsi Riau Edi Natar Nasution, Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad, dan Kepala Riset Pt bursa Efek Indonesia (BEI) Virdan Ilham tersebut Sandi menuturkan bahwa jika hari ini dokter perawat dan tenaga medis menjadi pahlawan dalam menghadapi pandemi, maka pelaku UMKM bisa menjadi pahlawan yang akan membangkitkan kembali roda perekonomian.

Dia menegaskan, UMKM merupakan sektor paling terdampak saat pandemi virus corona atau Covid-19. “Sebanyak 65 juta lebih unit usaha termasuk UMKM, 99% lebih dari 60% GDP disumbangkan oleh UMKM. Jadi yang harus menjadi fokus utama dalam penyelamatan ekonomi mestinya UMKM,” tegasnya.

Dia menceritakan, bahwa ada pelaku UMKM yang mengaku omzetnya turun hingga 100% dalam dua minggu terakhir. Sehingga hal tersebut menunjukkan tekanan yang luar biasa bagi ekonomi kerakyatan tersebut.

Sandiaga mengatakan jenis usaha UMKM sebagian besar menjalankan kegiatan secara harian. Oleh karena itu, penyaluran uang tunai melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT ) harus segera disalurkan, dan itu akan mempercepat pemulihan dari dampak Covid-19. “Karena begitu masyarakat memiliki akses ke uang tunai mereka akan mendorong konsumsi mereka dan akan berdampak ke UMKM,” ucapnya.

Dia pun meminta kepada pelaku usaha UMKM harus dapat beradaptasi kondisi saat ini. Sebab dari sejumlah prakiraan dampak dari penyebaran virus corona bagi sektor ini masih akan terasa hingga tiga bulan ke depan.

Sementara itu, Kamrussamad yang juga Founder KAHMIPreneur menyoroti penempatan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) & Skema Pinjaman Pemda dengan Bunga 0% merupakan langkah tepat untuk menyelamatkan ekonomi daerah di tengah pandemi corona ini.

Terlebih, kata dia, dana yang digelontorkan sebesar Rp 11,5 triliun dapat menggerakan sektor riil melalui program ketahanan pangan, ketahanan kesehatan dan ketahanan sektor riil.

Kamrussamad mengingatkan, dana tersebut harus disertai bunga yang rendah maksimal enam persen, skema dan persyaratan penyaluran disederhanakan, dan menjangkau pelaku usaha UMKM serta pelaku usaha baru bukan hanya pada nasabah lama.

"Dengan penjaminan Askrindo dan Jamkrindo serta subsidi bunga/margin sesuai PMK 85, harusnya mampu membangkitkan sektor riil," tukasnya.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN