Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Agus Suparmanto. Sumber: BSTV

Agus Suparmanto. Sumber: BSTV

EXPO DUBAI 2020

Kemendag Targetkan 2,5 Juta Kunjungan ke Paviliun Indonesia

Kamis, 1 Oktober 2020 | 16:35 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perdagangan menargetkan pengunjung paviliun Indonesia pada Expo Dubai 2020 mencapai 2,5 juta orang. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam perhelatan dunia itu akan berdampak positif pada perekonomian nasional, terutama sektor perdagangan, investasi, dan pariwisata.

Agus mengatakan, sebelum pandemi, pihak penyelenggara memprediksi Expo Dubai 2020 akan meperoleh 25 juta pengunjung sehingga pengunjung pviliun Indonesia mencapai sekitar 10% dari total kunjungan itu.

Hanya saja, Agus belum merinci nilai ekonomi yang berpotensi didapatkan Indonesia dari pameran tersebut, yang merupakan perhelatan ketiga terbesar di dunia, setelah Olimpiade dan Piala Dunia. Pameran Expo Dubai 2020 merupakan rangkaian pameran dagang dunia yang diselenggarkan setiap lima tahun sekali.

"Tujuan keikutsertaan Indonesia dalam Expo Dubai 2020 adalah membangun image di mata dunia sehingga bisa menjadi daya tarik pegunjung baik untuk berinvestasi, pariwisata, hingga pertemuan bisnis," kata Agus dalam konferensi pers virtual "One Year To Go Expo 2020 Dubai", Jakarta, Kamis (1/10).

Akibat pandemi Covid-19, pihak penyelenggara memundurkan perhelatan Expo Dubai yang mulanya akan dilaksanakan mulai 20 Oktober 2020 hingga 10 April 2021, menjadi dimulai pada 1 Oktober 2021 hingga 31 Maret 2022.

Pemerintah Indonesia pun akan berupaya memanfaatkan pameran selama 26 minggu atau 182 hari itu untuk meningkatkan promosi citra, perdagangan, pariwisata, dan investasi Indonesia.

Agus mengatakan akan terus mensosialisasikan agenda ini untuk mengoptimalkan seluruh peluang yang bisa didapat dari rangkaian expo. Menurut dia, pemerintah masih membuka proses pendaftaran bagi pihak-pihak yang tertarik mengikuti Expo Dubai 2020. Begitu juga sponsor yang berminat untuk mendukung Indonesia dalam pameran ini.

Kasan Muhri. Foto: IST
Kasan Muhri. Foto: IST

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Kasan Muhri mengatakan, penundaan Dubai Expo 2020 telah disetujui oleh 113 negara anggota Bureau International des Expositions atau BIE. Meski diundur, Expo Dubai tetap mengusung tema 'connecting minds, creating the future'.

Menurut Kasan, penundaan pameran selama setahun juga memberi waktu bagi Indonesia untuk mempersiapkan paviliun dengan sebaik-baiknya. Dia menegaskan, partisipasi Indonesia dalam expo masih sejalan dengan arahan presiden untuk terus mempromosikun perdagangan, pariwisata, dan investasi Indonesia di tingkat dunia.

"Terutama di wilayah Timur Tengah dan seluruh dunia pada umumnya," ujar Kasan dalam kesempatan yang sama.

Sejauh ini, pihaknya terus melakukan berbagai persiapan dengan koordinasi dengan pemangku kepentingan lain. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak dalam menopang kelancaran pembangunan paviliun di area pameran.

Paviliun Indonesia akan mencapai luas 3.000 m2 yang terdiri dari tiga lantai di atas lahan seluas 1860 m2. Setelah sempat tertunda akibat pandemi, saat ini pembangunan paviliun telah dilanjutkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran pandemi Covid-19.

Indonesia mengkonfirmasi keikutsertaan pada Expo Dubai 2020 pada 1 September 2016 lalu. Presiden Joko Widodo,dalam ratas 17 Februari 2019, mengatakan bahwa Indonesia mesti bisa menangkap seluruh peluang yang bakal hadir dalam kegiatan Expo Dubai 2020. Perhelatan ini, kata Kasan, juga akan dimaksimalkan untuk membangun hubungan ekonomi dengan negara-negara di Timur Tengah dan Afrika sebagai kawasan emerging economy.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN