Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Agus Suparmanto. Sumber: BSTV

Agus Suparmanto. Sumber: BSTV

Mendag Luncurkan Percepatan Layanan Digital RI-Jepang

Rabu, 14 Oktober 2020 | 15:43 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meluncurkan dashboard ekonomi Japan-Indonesia Partnership Lounge (Jaipong) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Jepang di Tokyo.

Agus mengatakan, pandemi Covid-19 telah mempercepat adopsi teknologi dan pelayanan digital. Website dashboard.kbritokyo.jp pun dapat memberikan informasi kepada pengunjung, baik dari Jepang maupun Indonesia, terkait peluang kerja sama ekonomi di kedua negara.

"Kemendag terus mendukung terciptanya kegiatan perdagangan berbasis digital. Kami optimistis bahwa langkah-langkah kreatif yang dipadukan dengan teknologi digital mampu berkontribusi terhadap peningkatan ekspor," kata Agus dalam peluncuran Jaipong secar virtual, Rabu (14/10).

Dalam kesempatan yang sama, Agus juga mempromosikan Trade Expo Indonesia ke-35 yang akan dilaksanakan secara virtual pada 10-16 November mendatang. Trade Expo ini akan diikuti oleh 300 pelaku usaha Indonesia yang bergerak di lima sektor utama, yaitu premium product and servives, manufacturing product, furniture and craft, food and baverage, serta fashion accessories and multiproduct.

Mendag Agus pun mengundang para pengusaha asal Jepang untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar
Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar

Sementara itu, dalam peluncuran dashboard tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri RI, Mahendra Siregar, meminta kepada pengusaha Jepang untuk memanfaatkan Undang-Undang Cipta Kerja yang baru disahkan. Dia mengatakan undang-undang tersebut akan mempermudah pelaku usaha Jepang yang hendak berinvestasi di Indonesia. Apalagi, Indonesia dan Jepang memasuki penerapan Indonesia-Japan Ekonomic Partnership Agreement (IJEPA) 2.0.

Mahendra pun berharap dengan peluncuran dashboard ini hubungan Indonesia dengan Jepang bisa lebih kuat. Selama pandemi Covid-19, dia mengatakan tidak ada kerja sama strategis antara kedua negara untuk menanggulangi pandemi. Padahal, Indonesia bergandengan tangan dengan Jepang menghadapi dua krisis ekonomi sebelumnya yang terjadi pada 1998 dan 2008.

"Memang hubungan yang rutin yang sudah terjadi tetap berjalan, tetapi hubungan kerja sama strategis yang kita harapkan justru makin menonjol di saat krisis ini, hampir tidak terlihat, seakan-akan missing in action. Jepang tidak terlibat nyata dalam kerjasama pengembangan vaksin, tidak terlibat dalam pengembangan kemampuan industrj farmasi dan obat-obatan, tdidak terlibat nyata dalam industri alat-alat kesehatan, dan tidak terlibat nyata dalam rangka membangun travel corridor agreement," ucap Mahendra.

Dalam kesempatan yang sama, Mahendra juga mengatakan bahwa Indonesia mendukung pengesahan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada tahun ini. Dia khawatir, apabila diundur sampai tahun depan, pengesahan RCEP akan berhadapan dengan situasi geopolitik antar Amerika Serikat dan Tiongkok yang semakin tegang. "Sehingga  kemungkinan besar momentum menyetujui RCEL akan hilang jika tidak dilakukan tahun ini," ucap Mahendra

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN